Lihat ke Halaman Asli

Ekri Pranata Ferdinand Baifeto

Timor Tengah Selatan

Tetangga adalah Saudara, Bukan Donatur

Diperbarui: 1 Juni 2020   02:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hidup bertetangga - bimbinganislam.com

Tetangga adalah saudara terdekat kita. Orang yang sering dan pertama kali kita minta bantuannya saat sedang mengalami kesulitan adalah tetangga.

Dalam dinamika hidup bertetangga juga ada suka maupun dukanya. Terkadang tetangga dapat menjadi teman bertengkar, tetapi ada pula tetangga yang memperlakukan kita dengan baik bahkan lebih dari pada keluarga sendiri.

Hidup sebagai tetangga, kita sering berbagi banyak hal. Salah satunya adalah saling pinjam-meminjam barang. Ini dilakukan hampir semua kita yang hidup bertetangga, apalagi kultur orang Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.

Namun sering kali kita lupa akan satu hal yang menjadi masalah, yaitu tidak mengembalikan barang yang sudah dipinjam dari tetangga.

Alasan kita tidak mengembalikan barang yang sudah kita pinjam adalah lupa atau sibuk dan belum sempat. Tetapi, akibat keseringan lupa akhirnya barang tetangga “tenggelam” di rumah kita atau berganti status kepemilikan.

Kadang kala tetangga yang lebih dulu berinisiasi  mengingatkan kita akan barang miliknya yang sudah kita pinjam. Ada pula yang datang dengan perasaan bersalah dan malu-malu untuk “meminjam kembali” barang miliknya.

Pada kasus lain, beberapa tetangga justru segan atau sungkan meminta kembali barang miliknya. Kita pun dengan bangganya pura-pura lupa. Pada akhirnya barang tetangga memenuhi isi rumah kita.

Hal yang lebih parah dan paling memalukan adalah ketika kita tersinggung jika tetangga meminta barang miliknya. Bahkan tidak jarang ada yang sampai ribut dengan tetangga soal masalah sepele ini.

Coba bayangkan jika kita berada di posisi mereka. Dengan malu-malu dan segan, pula dengan baik-baik meminta barang milik  kita, tetapi malah si peminjam marah-marah. Tentu bukan hal yang kita inginkan, bukan? 

Karena itu, jika sudah meminjam, ingat pula untuk mengembalikan. Tetangga kita adalah saudara yang sama dengan kita. Mereka bukan pabrik, bukan toko obral, dan bukan pula donatur yang menyediakan barang dengan sukarela dan cuma-cuma bagi kita.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline