Lihat ke Halaman Asli

Eko Irawan

Menulis itu Hidup

Desember 0 Km Jogja (Bagian 4)

Diperbarui: 29 Desember 2021   19:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Desember 0 km Jogja bagian 4 (dokpri)

Baca kisah sebelumnya

-------------------

Jogja never ending story. Selalu ada kisah disetiap langkah. Menarik disetiap jengkal. Kerinduan yang dinikmati. Berdua bersamamu. Hingga ke titik nol jogjakarta.

Kita telah sampai di sana. Mengakhiri kisah pedih yang lalu. Lembar baru dimulai. Desember 0 km Jogja. Bersamamu, hidup akan lebih indah. Seromantis Jogjakarta.

Pegang erat tanganku. Biarkan mereka bicara. Ini hidup pilihan kita sendiri. Kita sudah menelan pahitnya kisah. Saatnya manis, jadi milik kita. Bukan menurut apa kata orang.

Senja mulai bergelayut mesra. Dipenghujung Desember. Menyambut tahun baru, harapan baru. Dan itu bersamamu, dalam senyum dan saling pandang.

Sejenak menepi. Jogja itu perpaduan alami, antara pedagang asongan. Hingga mall raksasa. Metropolitan yang memeluk tradisional. Berpadu mesra dalam kerinduan.

Mungkin hanya asbak murah. Berbentuk Prambanan. Namun akan merekam kisah kita. Pernah ke Jogja. Memulai lembar lembar baru. Yang akan datang.

Langkah terus berlanjut. Hujan menyambut. Hingga kita menyeberang. Untuk berteduh diteras Museum Sono Budoyo.

Besok kita akan ke Sono Budoyo. Menelusuri museum budaya Jawa. Tapi petang ini, kita lanjut jalan. Kembali ke kampung sosrokusuman.

Gedung heritage bertebar diperempatan itu. Tampak indah disenja kala. Serasa Jogja jadi milik berdua. Menikmati senja di jogjakarta.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline