Lihat ke Halaman Asli

Egi Sukma Baihaki

Blogger|Aktivis|Peneliti|Penulis

Strategi J&T Ekspress dalam Menghubungkan Penerima dan Pengirim Barang di Era Industri 4.0

Diperbarui: 27 November 2019   14:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ervan Sugino Selaku Event & Partnership J&T Ekspress Saat Memberikan Pemaparan Kepada Para Kompasianer di Event Kompasianival 2019. Dok. Pribadi

Zaman sekarang siapa sih yang belum pernah membeli barang atau menerima kiriman barang, hampir bisa dipastikan banyak orang yang mengalaminya atau bahkan rutinitas membeli dan menerima barang justru menjadi bagian dari kesehariannya.

Perkembangan teknologi secara pasti terus berkembang seiring kebutuhan manusia akan kenyamanan dan kemudahan masih ada. Perkembangan teknologi telah melahirkan banyak inovasi termasuk dalam sektor perekonomian.

Jika dahulu rutinitas jual-beli dilakukan secara konvensional, kini teknologi telah memudahkan proses jual-beli. Kehadiran platform e-commerce dan media sosial yang memicu banyak lajirnya pelaku-pelaku usaha baru bermunculan. Teknologi telah membuat proses jual-beli dari para pelaku usaha baru itu beralih menjadi online. 

Dengan bermunculannya para pelaku usaha  dan transaksi jual-beli online yang mengalami pertumbuhan pesat membuat jasa pengiriman barang mendapatkan tempatnya. Jika dulu misalnya pengiriman barang belum terlalu masif, tapi dengan pertumbuhan jual-beli online membuat pengiriman barang menjadi sangat masif.

Bisa dikatakan bahwa hilir-mudik pengiriman barang tidak pernah berhenti setiap harinya pasti ada saja orang yang mengirimkan barang menggunakan jasa pengiriman barang atau mungkin saja aktivitas ekonomi ini terjadi bahkan setiap jam atau menit. Baik melalui jalur darat, laut dan udara. Banyak aplikasi e-commerce yang menjadikan J&T Ekspress sebagai salah satu pilihan jasa pengiriman barang yang dijual di tempat mereka.

Tidak mudah pastinya menjadi jembatan penghubung dalam proses pengiriman barang dari pengirim ke penerima barang. Ada banyak aspek yang membutuhkan perhatian dan kehati-hatian mulai dari waktu, jarak tempuh menuju lokasi penerima, moda transportasi yang digunakan, akses jalan, keamanan, dan lain sebagainya.

Satu sisi sebagai konsumen saya pribadi harus memaklumi proses pengiriman barang tidak mudah, dengan biaya yang murah mungkin tidak sebanding dengan perjuangan para kurir menuju lokasi. Belum lagi jika melihat aspek keamanan dan jarak tempuh misalnya biaya pesawat yang cukup mahal. 

Kenyataannya ongkos kirim yang kita bayarkan tidak akan pernah  sebanding dengan biaya jika kita secara langsung pergi sendiri mengirimkann barang tersebut menggunakan trasportasi moda apa saja.

Logistik di Era Industri 4.0 memang sudah harus memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk memaksimalkan kinerja dan pelayanannya. Hal ini juga telah dilakukan oleh J&T Ekspress melalui beragam inovasinya. Kini, untuk mempermudah konsumen saat akan atau saat menunggu barang, J&T Ekspress sudah menghadirkan aplikasi J&T Ekspress yang bisa diunduh di gawai konsumen.

Penulis di Salah Satu Lokasi J&T Ekspres. Dok. Pribadi

Melalui aplikasi ini konsumen bisa mengetahui tarif harga sebelum mengirimkan barang, mengetahui drop point dekat dengan lokasi konsumen, serta melacak pergerakan dan tahapan barang yang dikirim. Sistem aplikasi real time tracking merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh J&T Ekspress.

Aplikasi ini hemat penulis perlu terus disempurnakan sehingga konsumen dapat menggunakannya secara maksimal. Misalnya saja ada notifikasi atau misalnya pihak customer service menghubungi pengirim atau penerima jika terjadi keterlambatan dalam proses pengiriman barang sehingga konsumen akan mengetahui kendala apa yang membuat barangnya terlambat dan bisa memahaminya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline