Lihat ke Halaman Asli

Efrem Siregar

TERVERIFIKASI

Tu es magique

Simak Filosofi Unai Emery yang Sukses Antarkan Villareal Juara Liga Eropa

Diperbarui: 27 Mei 2021   10:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Villareal juara Liga Eropa 2020-2021. (Foto: Instagram/villarealcf)

Ribuan pendukung Manchester United dan Villareal berharap-harap cemas di Polandia. Kedatangan mereka secara fisik melampaui ketakutan atas penyebaran virus Corona. Ada yang lebih utama, klub kesayangan mereka bertarung untuk memperebutkan trofi Liga Eropa.

Demikian di lapangan, masing-masing pemain kesebelasan memiliki motivasi untuk bisa keluar sebagai juara. 

Villareal datang sebagai tim yang tidak terlalu diunggulkan. Di Spanyol, klub tersebut mengakhiri musim 2020-2021 dengan duduk di peringkat tujuh klasemen La Liga.

Sang lawan Manchester United terlalu perkasa untuk dapat dikalahkan. Pada laga semifinal sebelumnya, tim berjuluk Setan Merah ini telah membobol total 8 gol ke gawang AS Roma. 

Di Liga Primer Inggris, Manchester United mencatatkan diri sebagai runner up menyaingi Manchester City dan Chelsea yang akan bertemu di final Liga Champions, kompetisi (konon) paling elit dan perkasa di benua Eropa.

Praktis, bila dihitung-hitung, Villareal menghadapi partai final yang sulit. 

Pertandingan semakin menggemaskan untuk pendukung Villareal setelah sang pelatih Unai Emery mempertahankan kiper cadangan Geronimo Rulli untuk level pertandingan krusial.

Liga Eropa memang menjadi kesempatan bagi klub menurunkan beberapa pemain lapis kedua supaya dapat merasakan atmosfer pertandingan internasional. Tetapi, partai final di kompetisi apapun adalah penentuan penting yang terlalu naif bila sekadar dipandang untuk membantu portofolio pemain.

Di sisi lain, Manchester pada pertandingan final ini turun dengan kekuatan utama, termasuk mesin gol mereka, Cavani, Marcus Rashford dan Bruno Fernandes. 

Villareal benar-benar harus bekerja dan berpikir keras untuk mengakhiri laga dengan hasil yang tidak memalukan. Unai Emery mungkin mengambil langkah realistis, peluang untuk memenangkan pertandingan hanya di bawah 50 persen. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline