Lihat ke Halaman Asli

I Ketut Suweca

TERVERIFIKASI

Dosen - Pencinta Dunia Literasi

Menulis Resensi Buku, Banyak Manfaatnya Lho!

Diperbarui: 15 Juli 2020   17:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Koleksi buku yang sebagian buku kiriman para sahabat| Sumber gambar: dok. pribadi

Tulisan tentang buku, tentang menulis, tentang membaca, adalah tema yang sering mewarnai lapak kecil saya ini. 

Sesekali saya berbicara mengenai buku ini, buku itu, sering pula saya menulis tentang abc menulis. Misalnya, kaitan menulis dengan kesehatan, penulis harus pede, dan lainnya. 

Lalu, saya kadang-kadang menulis mengenai pentingnya membaca dan akibatnya kalau malas membaca. Aneka ragam artikel literasi sudah mengisi lapak saya seperti sahabat telah ikuti.

Menulis Resensi Buku

Beberapa sahabat, saya perhatikan juga suka menulis seputar dunia literasi. Satu diantaranya, Mbak Ari Budiyanti. Beliau sering menghadirkan pandangan tentang dunia perbukuan (anak-anak) dan tulis-menulis. Tentu masih ada sahabat lain yang juga menulis seputar literasi dan upaya pengembangannya.

Mari kita arahkan perhatian ke penulisan resensi buku. Orang juga menyebutnya dengan istilah telaah buku, bedah buku, atau diskusi buku. Mungkin masih ada istilah lainnya yang mewakili kegiatan menyoroti buku: konten, desain, pengarang, penerbit, keunggulan dan kekurangan sebuah buku.

Saya yang seringkali menulis tentang dunia buku merasakan sejumlah manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan ini, langsung maupun tak langsung. Secara langsung, artinya si penulis resensi berhasil mewujudkan output sebuah tulisan yang bergenre resensi buku. 

Manfaat secara tidak langsung, maksud saya adalah dampak positif di luar output utama tadi, baik terhadap si penulis maupun terhadap orang lain atau pembaca. Mari kita mulai.

Sisihkan Uang untuk Membeli Buku

Untuk menulis resensi buku tentu kita harus mendapatkan bukunya terlebih dahulu. Jika tidak dari hasil membeli yang pada umumnya dilakukan, bisa pula dengan meminjam, atau kebetulan dihadiahi oleh sahabat dekat yang baik hati.

Untuk kepentingan menulis resensi buku penulis akan terdorong mendapatkan buku, antara lain dengan membelinya. Tak mungkinlah orang meresensi sebuah buku dengan hanya membayangkan bukunya, bukan? Jadi, seorang penulis resensi buku akan selalu termotivasi untuk memiliki buku-buku terpilih.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline