Lihat ke Halaman Asli

dwiardyy

Mahasiswa

The Last Train Home

Diperbarui: 15 Februari 2023   07:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi| dari WallpaperBetter

Cuaca begitu dingin dan hujan lebat telah mengguyur seluruh kota. Semua orang yang berada di luar ruangan berlari untuk mencari tempat berlindung dari hujan. Sarah, seorang mahasiswi yang tinggal di apartemen dekat stasiun kereta api, sedang menunggu kereta terakhir untuk pulang ke rumah.

Namun, kereta yang seharusnya tiba pada pukul 10 malam tidak kunjung datang. Sarah mulai khawatir dan berusaha mencari informasi mengenai situasi tersebut. Setelah beberapa lama menunggu, informasi akhirnya datang bahwa kereta terakhir telah dibatalkan karena cuaca buruk.

Sarah merasa kecewa dan tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak memiliki uang untuk menginap di hotel dan tidak ingin meminta bantuan dari teman-temannya. Setelah berpikir sejenak, dia memutuskan untuk mencoba mencari taksi untuk pulang ke rumah.

Namun, mencari taksi di malam hari di tengah hujan sangatlah sulit. Setelah beberapa kali mencoba, dia akhirnya menemukan taksi yang mau mengantarnya ke rumah. Selama perjalanan, dia merasa khawatir dan gelisah. Apakah dia akan sampai di rumah dengan selamat?

Taksi berjalan dengan lambat di tengah hujan lebat. Tiba-tiba, tiba-tiba roda mobil taksi mengalami ban kempes. Sarah merasa semakin khawatir dan takut. Dia melihat sekeliling dan menyadari bahwa dia berada di tengah-tengah kota yang sepi di tengah malam yang gelap.


Taksi berhenti di tepi jalan dan sang sopir turun untuk melihat kerusakan mobil. Sarah merasa panik dan berusaha untuk memikirkan solusi. Tiba-tiba, dia melihat cahaya kecil yang jauh di kejauhan. Dia menyadari bahwa itu adalah kereta api yang sedang melintas.

Tanpa berpikir panjang, Sarah berlari menuju kereta tersebut dan berhasil menaikinya. Dia duduk di dalam kereta dan merasakan kelegaan. Dia merasa bahwa dia akan sampai di rumah dengan selamat.

Kereta melaju dengan cepat melintasi kota dan pedesaan yang gelap. Sarah melihat pemandangan di sekitarnya dan merasa terkesan oleh keindahan yang dihasilkan oleh lampu-lampu yang bersinar di kejauhan.

Setelah beberapa waktu, kereta akhirnya tiba di stasiun terakhir dan Sarah turun. Dia berjalan kaki ke rumah dan merasa senang bahwa dia telah tiba dengan selamat. Dia merasa bahwa perjalanan yang panjang dan melelahkan itu sepadan untuk bisa tiba di rumah. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menunggu kereta terakhir lagi di malam yang buruk.

Keesokan harinya, Sarah berterima kasih kepada sopir taksi yang telah membantunya semalam dan memberinya uang untuk membayar biaya perbaikan ban kempes. Dia merasa bersyukur dan berjanji untuk selalu membantu orang lain ketika mereka membutuhkannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline