Lihat ke Halaman Asli

Gobin Dd

TERVERIFIKASI

Orang Biasa

Kecemasan Guardiola di Liga Champions

Diperbarui: 25 Februari 2021   12:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi foto: Bleacher Report Football.com

Manchester City meraih hasil positif di lanjutan kompetesi Liga Champions. 2 gol ke gawang Borussia Monchengladbach sudah memberikan titik aman bagi anak-anak asuh Pep Guardiola untuk melanjut ke babak berikutnya.

Titik aman itu makin terang apabila ditilik dari performa Man City di tahun 2021 ini. Kemenangan Man City kontra Borussia Monchengladbach di Liga Champions menjadi kemenangan ke-19 dari semua kompetesi. Dengan kata lain, Man City terbilang sebagai tim yang sulit dikalahkan.

Guardiola menambah catatan yang sangat luar biasa lewat kemenangan di Liga Champions dini hari tadi. Tentu saja, catatan sejarah ini menjadi berarti apabila itu dibarengi dengan prestasi di akhir musim. Sejauh ini, Man City berjalan di jalur yang tepat. Man City masih meraih hasil bagus dari empat kompetesi.

Bahkan di Carrabao Cup, Man City sudah berada di partai final. Di Premier League Man City menjadi pemuncak klasemen dengan keunggulan 10 poin dari peringkat ke-2 Manchester United. Sementara itu, di Piala FA dan Liga Champions, peluang Man City juga masih terbuka lebar.

Barangkali trofi Liga Champions menjadi impian besar Man City pada musim ini. Impian ini sudah terlalu lama dinantikan. Investasi besar berupa merekrut pelatih hebat hingga pelbagai pemain bertalenta telah dilakukan Man City. Tentu saja, tujuannya bukan saja menjadi penguasa di daratan Inggris, tetapi menjadi penguasa Eropa.

Pep Guardiola yang didatangkan dari Bayern Munchen empat musim lalu merupakan salah satu cara agar Man City bisa menjadi penguasa Eropa. Tiga musim Pep Guardiola di Man City. Hasilnya masih nihil. Man City terlihat ompong di Liga Champions. Bahkan pada musim lalu secara mengejutkan Man City tersingkir dengan cara menyakitkan di babak 8 besar dari Lyon.

Kekalahan ini menyudutkan Pep. Isu pemecatan mengitari mantan pelatih yang sudah pernah meraih dua trofi Liga Champions ini bersama Barcelona.

Namun, pihak klub terlihat sabar. Pep tetap dipercayakan. Tidak sampai di situ. Pep juga dipercayakan untuk merekrut pemain yang bisa memperkuat kekuatan Man City. Alhasil, kepercayaan itu mulai terbukti.

Buktinya dengan penampilan solid dan impresif yang terdiri dari beberapa pemain hebat, mereka bermain kompak dan setiap lini solid untuk menunjukkan kehebatan mereka. 19 laga tak terkalahkan hanyalah salah satu bukti nyata dari upaya Pep pada musim ini.

Barangkali puncak dari proyek besar Man City di tangan Pep terjadi ketika Man City berhasil meraih si kuping besar di akhir musim. Akan tetapi, untuk meraih trofi ini Pep harus bekerja ekstra keras.

Pasalnya, Pep bukan sekadar melawan tim-tim yang mempunyai kekuatan yang seimbang, tetapi tim- tim yang memiliki tradisi kuat di Liga Champions.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline