Lihat ke Halaman Asli

Gobin Dd

TERVERIFIKASI

Orang Biasa

Peka pada Kondisi Keluarga, Karakter Anak yang Diharapkan pada Masa Pandemi

Diperbarui: 9 Mei 2020   18:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber foto: Nature's Path

Krisis pandemi korona menggoncangkan stabilitas ekonomi banyak keluarga. Gara-gara ruang gerak dibatasi, pekerjaan sebagai sumber pendapatan keluarga lenyap. Situasi di keluarga pun ikut berubah.

Perubahan itu bisa dilihat, salah satunya, dari menu makanan yang disantap setiap hari selama masa krisis pandemi korona. Barangkali ada pengurangan menu atau sama sekali tidak ada makanan. Atau juga, menu makanan yang sama dan itu-itu terus selama masa karantina.

Pengecualiannya, barangkali keluarga yang tetap mempunyai pendapatan tetap, memiliki akses luas mendapatkan makanan dan mempunyai tabungan yang terbilang stabil. Krisis atau pun tidak, situasi tetap berjalan sebagaimana adanya.

Saya pernah mendapatkan sebuah video meme. Video itu tentang sumbangan bansos. Sumbangan dari banyak pihak tetapi isinya yang relatif sama.

Salah satunya, sumbangan ikan kaleng. sardinas. Ikan kaleng ini menjadi menu makanan setiap hari selama lebih dari sebulan. Pastinya, orang merasa bosan dengan situasi itu. Tetapi apa mau dikata, itu menjadi pilihan yang mesti dijalani oleh banyak keluarga.

Berdamai dengan situasi menjadi pilihan yang tak terhindarkan sekaligus solusi di masa krisis. Kita menerima kenyataan krisis karena pandemi yang sementara terjadi ini berada di luar rencana kita dan masih sulit dikontrol.

Apakah anak mau peka pada kondisi keluarga pada masa krisis?
Jawaban dari pertanyaan ini bergantung pada model pendidikan yang diberikan kepada anak di keluarga. Kalau seorang anak sudah terdidik untuk melihat dan mamahami situasi keluarga, kenyataan di masa krisis bisa diterima.

Tetapi kalau anak tidak dipersiapkan dengan pola pendidikan tertentu, kenyataan di masa krisis bisa menjadi tantangan serius bagi seorang anak.

Contohnya, anak yang sudah sangat terbiasa mendapat uang jajan setiap hari. Ada jam sekolah ataukah hari libur, orangtua tetap selalu memberikan uang jajan.

Namun, situasi berubah saat orangtua kehilangan pekerjaan. Uang jajan juga ikut lenyap. Pada saat seperti itu, anak bisa merasa shock. Pasalnya, ada yang hilang dari rutinitas harian.

Ya, tidak sedikit orang yang sulit berdamai dengan situasi selama pandemi. Sikap ini terjadi karena ketidaknyamanan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline