Lihat ke Halaman Asli

Dayan Hakim

persistance endurance perseverance

To Amsterdam with Love - Djakarta Lloyd update

Diperbarui: 26 Januari 2019   19:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy

Perusahaan Pelayaran Samudera Djakarta Lloyd didirikan tahun 1951 oleh sekelompok tentara Angkatan Laut di Tegal dipimpin oleh Capt. Darwis dan bukan oleh orang partai politik. Dengan bermodalkan 2 unit kapal yakni SS Djakarta dan SS Djatinegara, Djakarta Lloyd memulai operasinya. Djakarta Lloyd pernah mengalami masa jayanya di tahun 1980-an dengan 22 kapal berlayar hingga ke Hamburg, New York dan Durnham di Afrika Selatan. Bersinergi dengan Gesuri Lloyd dan Trikora Lloyd, Djakarta Lloyd membentuk Kantor Pemasaran Bersama di Luar Negeri.

Namun sejak tahun 2001, karena mismanagement, Djakarta Lloyd mengalami kemunduran hingga akhirnya pada bulan Oktober 2010 oleh Direksi pada saat itu Djakarta Lloyd dinyatakan berhenti beroperasi. Berdasarkan hasil perhitungan PT PPA, nilai bersih perusahaan saat itu hanya sebesar Rp4 juta rupiah saja. 

Kreditur berebut asset perusahaan. Tahun 2009, ANL menyita dan melelang eksekusi 2 kapal milik Djakarta Lloyd di Singapura, tahun 2010. PT PANN menyita 3 kapal milik, tahun 2011 PT Globex menyita 2 kapal milik, dan tahun 2012 PT DRU menyita 1 kapal milik Djakarta Lloyd. Disamping itu Globex juga menyita dan melelang eksekusi Kantor Pusat Djakarta Lloyd di Senen dan kantor Keagenan di Cikini. 800 karyawan di PHK dan 1200 pensiunan di hentikan pembayaran pensiunannya.

Belum puas dengan itu, tahun 2013 Globex mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Djakarta Lloyd terancam bangkrut. Direksi saat itu menanggapi dengan sigap. Disusunlah Proposal Perdamaian (Homologasi) yang menawarkan Debt to Equity Swap dimana hutang para kreditur setelah di hair cut 32,5% diubah menjadi penyertaan saham biasa yang akan di buy back mulai tahun 2019 secara berangsur sampai dengan tahun 2032. 

Proposal Perdamaian (Homologasi) disetujui oleh kreditur. Hal ini disebabkan adanya dukungan dari PLN dengan memberikan kontrak angkutan batubara sebanyak 1,5 juta ton selama 15 tahun.

PKPU menjadi titik balik perubahan Djakarta Lloyd. Pemerintah ikut turun tangan dalam restrukturisasi keuangan Djakarta Lloyd. Peyertaaan Modal Negara Dana Segar dikucurkan sebanyak Rp350 milyar dikucurkan untuk melakukan revitalisasi alat produksi. Bukan itu saja, Pemerintah juga merubah utang BPYBDS sebesar Rp667 milyar dan utang SLA sebesar Rp363 milyar diubah menjadi tambahan PMN Non Tunai. 

Utang RDI sebesar Rp171 milyar direskeduling sesuai putusan PKPU sedangkan utang Pajak sebesar Rp137milyar diselesaikan dengan mekanisme Tax Amnesty. Hutang pesangon dan pension sebesar Rp89 milyar sudah dilunasi. Restrukturisasi Keuangan yang dilakukan telah berhasil memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.

Dengan satu unit kapal breakbulk 55.000 dwt dan satu unit lagi yang sedang dalam proses, Djakarta Lloyd berupaya memenuhi kontrak dengan PLN dalam melayani angkutan batubara untuk memenuhi pasokan PLTU yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu, perusahaan diperkuat dengan 1 set Tug and Barges untuk transshipment batubara di PLTU yang tidak dapat disandari kapal besar. 

Dalam rencana jangka panjangnya, perusahaan berencana untuk menambah satu unit lagi kapal breakbulk handymax untuk memperkuat angkutan batubara. Disamping itu, perusahaan juga memiliki satu unit Harbor Tug yang dikontrak jangka panjang oleh Kaltim Prima Coal. Untuk jasa keagenan kapal, Djakarta Lloyd memiliki 15 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan untuk jasa bongkar muat, melalui anak perusahaannya PT Dharma Lautan Nusantara juga sudah siap untuk melayani kebutuhan pengguna jasa angkutan laut.

Perbaikan operasional Djakarta Lloyd sudah dilihat oleh Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Sejak tahun lalu, Djakarta Lloyd dipercaya untuk mengelola 4 kapal container milik Kementerian Perhubungan untuk Program Tol Laut di wilayah Sulawesi. 

Masyarakat dan Pemerintah Daerah di Sulawesi menyambut baik kedatangan Djakarta Lloyd dengan Program Tol Laut-nya dan telah banyak melakukan angkutan hasil bumi seperti kopra, jagung, cengkeh dan ikan beku ke Surabaya. Melihat antusias tersebut maka dalam rencana jangka panjangnya, perusahaan berniat membuka jalur komersil angkutan container regular liner dari Makasar langsung ke Singapura.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline