Lihat ke Halaman Asli

Menjaga Kulit Kesehatan Secara Alami

Diperbarui: 23 Maret 2018   17:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumentasi Pribadi

Salam hangat penduduk Kompasiana. Kali ini saya ingin berbagi suguhan tentang kesehatan kulit. Jujur saya belum memeriksa apa kulit saya benar-benar sehat atau hanya tampilan luarnya saja. Namun mengetahui kulit itu sehat atau tidak, bukan sekedar dilihat melainkan juga disentuh, kan? Jangan baper ya! Yang sering nyentuh (suami) bilang kulit saya lembut, bibir saya merah alami walau terkadang membiru atau menghitam karena dinginnya udara di wilayah tempat saya tinggal.

So apa saja yang biasa saya lakukan untuk merawat kesehatan kulit? Let's get started!

Zaman saya masih sekitar berusia lima belasan gitu,saya pernah mencoba krim pemutih yang mengandung zat kimia berbahaya yang sering disebut krim abal-abal. Otomatis kulit wajah mengalami 'pemaksaan' untuk berubah warna. Dari yang tadinya cokelat mulus, menjadi putih pucat. Hobi bermain voli saat itu membuat saya harus beraktifitas di bawah terik matahari, walau semua tubuh tertutup, tapi kulit wajah terbuka yang mengakibatkan kulit wajah terbakar. Alhasil yang didapat bukan kulit putih melainkan warna kepiting rebus.

Dari sana, saya tidak pernah lagi mencoba krim-krim 'gadungan' yang dihembuskan para kapital untuk meraup keuntungan namun tak peduli dengan kesehatan konsumennya. Lantas saya beralih ke krim organik yang menyuguhkan rempah-rempah alami untuk kesehatan kulit. Karena produk tersebut masih dalam proses pengajuan ke BPOM maka saya tidak akan menyebutkan mereknya.

Sayangnya saat ini saya tidak bisa mengakses produk organik tersebut. Kekecewaan terhadap produk abal-abal membuat saya tidak mudah menerima penggunaan skin care yang komposisinya menganjung zat kimia berbahaya. Tidak serta merta mengatakan 'semua' produk yang berzat kimia itu 'bahaya' karena faktanya produk yang berbahan organik pun diproduksi dengan proses yang menghasilkan reaksi kimia. Selain itu, tubuh kita pun memproduksi zat kimia secara alami, maka tidak cerdas jika mentah-mentah mengatakan semua produk kosmetik itu berbahaya. Hanya saja apakah zat kimia yang masuk ke dalam tubuh melalui resapan ke kulit itu bisa ditolerir oleh tubuh kita atau malah membuat reaksi kimia lain yang membahayakan tubuh dan kulit.

Setelah berhenti dari produk skin care saya pun memutar akal bagaimana agar tetap bisa merawat kulit tubuh dengan bahan-bahan di sekitar. Saya yakin bahwa tubuh kita ini diciptakan dengan sebaik mungkin sehingga secara alami bisa merawat dirinya sendiri dari dalam. Hanya saja organ tubuh kita pun butuh asupan nutrisi dalam perawatan alami tersebut.

1. Masker Telur dan Lemon

Penggunaan masker telur adalah untuk merawat kulit wajah dan kepala. Kandungan nutrisi di dalamnya bisa tetap mengencangkan kulit wajah dan menghidrasinya. Protein di dalam telur meresap ke kulit kepala sehingga menjaga kekuatan rambut dan kesehatan kulit kepala(1). Saya menggunakannya seminggu sekali dengan cara putih telur untuk kulit wajah dan kuning dan putih telur untuk rambut dan kulit kepala. Dengan air hangat saya membersihkannya sembari menggunakan perasaan air lemon.

2. Minyak Zaitun Murni (Virgin Olive Oil)

Mungkin bagi sebagian orang bisa saja minyak zaitun tidak direkomendasikan. Tapi secara pribadi, sejak lama saya sudah sering menggunakan minyak zaitun untuk kesehatan kulit dan tubuh. Membalurkannya ke seluruh tubuh dengan takaran yang sedang. Mungkin orang akan berpikir bahwa cara itu hanya akan kulit lengket dan berminyak. Justru minyak zaitun alami tidak akan menempel lama di kulit. Dia akan terserap melalui pori-pori sehingga menutrisi kulit secara alami. Selain dioles saya biasa meminumnya setiap hari satu sendok teh dengan ditemani madu dan minyak jintan hitam. Ingin tahu lebih manfaat zaitun untuk kulit? klik di sini. Bukan zaitun yang dicampur bahan lain ya, tapi zaitun alami. 

3. Mengkonsumsi Air Mineral

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline