Lihat ke Halaman Asli

Dewi Puspasari

TERVERIFIKASI

Penulis dan Konsultan TI

"It Chapter 2" Horornya Kurang Mengigit, Unsur Lainnya yang Bikin Menarik

Diperbarui: 5 September 2019   15:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Badut Pennywise kembali hadir setelah hibernasi | Dokumentasi: Warner Bros Pictures/IMDb

Horor Pennywise termasuk yang ditunggu-tunggu tahun ini. Setelah film pertamanya, "It" berhasil membuat pecinta horor terpukau dua tahun silam, kontan film 'chapter 2'-nya ini pun ditunggu. Rupanya horornya kurang menggigit, karena polanya hampir serupa dengan yang pertama. Tapi, yang bikin film ini apik di antaranya jalinan cerita serta akting dan kekompakan deretan pemainnya.

Dua tahun silam ketika menyaksikan "It" aku bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok 'It" alias badut bernama Pennywise itu, apakah ia sekedar badut jahat, setan, atau sosok monster lainnya. Pasalnya, cara ia menakut-nakuti korbannya agak random. Ia bisa muncul di mana saja, tak dibatasi oleh dimensi tempat (trans-dimensional). Ia suka memakan rasa takut dari para korbannya, yang sebagian besar adalah anak-anak. Meskipun dulu pernah menyaksikan film ini versi TV, tapi aku sudah lupa akan cerita film versi jadulnya, hanya ingat akan sosok seramnya.

Dalam penutup film pertama, badut penari Pennywise menghilang, tapi ia berkata akan kembali. Ketujuh anggota Loser's Club, Beverly Marsh (Sophia Lilis), Ben Hanscom (Jeremy Ray Taylor), Richie Tozier (Finn Wolfhard), Mike Hanlon (Chosen Jacobs), Eddie Kaspbrak (Jack Dylan Grazer), Stanley Uris (Wyatt Oleff), dipimpin Bill Denbrough (Jaeden Martell) berjanji akan kembali berkumpul apabila sosok 'It' kembali muncul.

Setelah dewasa ketujuh anggota klub pecundang itu telah tersebar. Ada yang menjadi komedian panggung, analis risiko, penulis novel, arsitek, dan sebagainya. Hanya Mike Hanlon (Isaiah Mustafa) yang masih bertahan di kota Derry. Ia menjadi pustakawan. Selama ini ia menggali keterangan dari para tetua dan juga mengumpulkan informasi tentang siapa sebenarnya monster berwujud badut itu dan bagaimana memusnahkannya selamanya.

Nalurinya kemudian memberitahukan monster itu telah kembali. Apalagi 27 tahun telah berlalu sejak kejadian pada masa kanak-kanak. Ada seorang remaja yang tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia pun segera menghubungi keenam temannya tersebut. Reaksi mereka mengejutkan. Ada yang kontan muntah, tercekat, dan sebagainya. Mereka semuanya ketakutan. Ada rasa enggan untuk kembali karena bisa jadi kali ini mereka tak selamat. Tapi janji adalah janji.

Badut penari kembali beraksi | Dokumentasi: Warner Bros Pictures/IMDb

Badut Pennywise kembali menjadi teror. Hanya anak-anak yang menjadi korban yang mengetahui siapa dia. Para polisi seolah-olah kehilangan jejak. Kali ini apakah klub pecundang berhasil menghentikan monster seram itu selamanya?

Durasinya Hampir Tiga Jam
Film "It" ini berdurasi sekitar 164 menit. Plus iklan dan lain-lain maka filmnya baru selesai sekitar tiga jam. Oleh karena durasinya yang panjang, jangan lupa ke toilet dulu dan sebaiknya makan dulu atau beli roti di bioskop agar tidak kelaparan.

Meskipun durasinya panjang, saya tidak merasa bosan oleh karena jalinan ceritanya yang apik. Hanya pada seperempat bagian ke belakang, tempo ceritanya, mulai melambat dan agak antiklimaks.

Horornya Kurang Seram Bagi yang Sudah Nonton Film Pertama
Horornya menurutku kurang menggigit. Tapi ini relatif karena aku sudah menonton film pertamanya. Kurang menggigit karena pola teror dan kemunculan sosok 'It' hampir tertebak. Cara ia menakut-nakuti korbannya memang tidak umum, itulah yang membuat 'It' jadi menarik. Ia tak punya pola yang sama dan standar ketika meneror. Tapi bagi yang sudah kenal Pennywise maka bakal bisa siap-siap akan aksi 'jail' Pennywise dan cara bujukannya yang manis.

Jalinan Cerita yang Apik dan Rapi
Meskipun horornya kurasa kurang menggit, bukan berarti film ini tak apik. Aku memberinya skor delapan karena merasa terhibur dan suka akan jalinan ceritanya. Alur cerita "It Chapter Kedua" ini maju mundur. Ada banyak adegan flashback saat mereka masih bersama di kota Derry, yang belum muncul di film pertama.

Kenangan-kenangan masa lalu dan bagaimana mereka menyikapinya pada masa kini, silih berganti muncul. Bagian inilah yang kusukai dalam film ini. Romantika masa lalu dan kisah masa kini terjalin dengan rapi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline