Lihat ke Halaman Asli

Dian Kusumawardani

Haloo, saya adalah seorang ibu rumah tangga profesional. Bekerja paruh waktu sebagai pengajar Sosiologi dan Sejarah di BKB Nurul Fikri. Juga suka menulis dan sudah menghasilkan 6 buku antologi dan 1 buku solo. Saya juga seorang konselor laktasi dan blogger.

Tips Ajarkan Anak Puasa

Diperbarui: 2 Mei 2021   20:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Buka puasa bersama | dokpri

Tahun ini adalah tahun ketiga Chacha (8y) berlatih puasa. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini saya agak sedkit lebih keras menintanya puasa. Maklum, dia sudah lebih dari 7 tahun. Dimana usia tujuh tahun adalah masa bagi anak untuk mulai diperkanalkan berbagi ritual ibadah. Salah satunya puasa.  

Anak Puasa

Awalnya, saya merasa kasihan bila mengajak Chacha berpuasa. Menurut saya, apakah gadis kecil seusianya tidak apa-apa bila puasa. Saya khawatir akan mengganggu kesehatannya. Apalagi tahun lalu, saat mulai mengajarinya puasa setengah hari selama seminngu, dia tumbang. Muntah-muntah, asam lambungnya naik. Maka tahun lalu saya hanya mengajaknya puasa selama seminggu.

Menurut beberapa literatur yang saya baca, ternyata puasa sangat baik untuk anak. Beberapa ahli meyakini puasa meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis anak yang berpuasa memiliki pola hidup lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan mengendalikan diri.

Manfaat Puasa Bagi Anak

Banyak manfaat yang didapat anak jika diajak puasa. Berikut adalah manfaat puasa bagi anak. 

1. Mengajarkan Anak Menjadi Lebih Sabar dan Menghargai Waktu

Berpuasa artinya menahan haus dan lapar dari waktu imsak sampai azan magrib berkumandang. Kondisi tersebut akan mendidik anak menjadi pribadi yang lebih sabar dan juga menghargai waktu. Misalnya pada waktu sahur, anak akan lebih menghargai waktu dengan tidak malas untuk bangun tidur agar bisa menjalankan sahur.

2. Puasa Akan Mengajarkan Anak Mengenai Agama

Anak yang sudah menjalankan ibadah puasa sejak dini, akan membuatnya dekat dengan nilai-nilai agama saat ia dewasa nanti. Selain itu, agama adalah benteng yang menjaga manusia dari perilaku negatif di sekitarnya. Sehingga, saat anak sudah diajarkan berpuasa sejak dini, karakter anak akan dipenuhi dengan perilaku positif dan anak akan lebih mengerti perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Pemahaman yang baik mengenai agama akan menjauhkan anak-anak dari perilaku negatif.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline