Lihat ke Halaman Asli

Dede Rudiansah

Reporter | Editor | Edukator

Resensi Guru Aini: Mereka yang Bertahan adalah yang Benar-Benar Belajar

Diperbarui: 8 November 2023   00:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

blue.kumparan.com

Guru Aini merupakan novel pertama dari trilogi Guru Aini karya Andrea Hirata, maestro prosa asal Belitung. Bercerita tentang perjuangan seorang guru cerdas nan idealis mengajar di pedalaman pulau Tanjong Hampar, di ujung selatan pulau Sumatera. Pertama terbit tahun 2020, oleh Bentang Pustaka. Memuat 306 halaman dan memiliki rating 4,52 di goodreads (3/2/2023).

Membaca novel Guru Aini akan membawa kita ke dalam realitas pendidikan Indonesia yang penuh ironi. Di dalamnya kita akan diperkenalkan dengan beberapa tokoh, dengan lika liku pendidikannya yang super duper unik dan inspiratif. Sebut saja tokoh guru Desi Istiqomah yang istiqamah seperti namanya, Debut Awaludin si genius matematika, dan Nuraini (Aini) si pembelajar berhati baja.

Dari Trio Matematikos (mengambil gabungan istilah yang ada dalam novel) inilah para pembaca akan diberikan sebuah perspektif tentang bagaimana relasi antara guru dan murid, kekuatan cita-cita dan harapan, serta pemaknaan ilmu pendidikan dan implikasinya terhadap kehidupan.

  • Guru Desi, Killer, Matematikawan, dan Sang Idealis

Sudah bukan hal baru lagi bahwa guru merupakan profesi yang dianggap penuh problema. Bagaimana tidak, di satu sisi guru dianggap sebagai profesi yang sangat penting, tetapi di sisi lain guru dianggap sebagai profesi yang kerap--secara langsung maupun tidak langsung--diremehkan dan tidak dihargai. Ini jugalah yang akan kita temukan dalam Guru Aini.

Walau demikian, melalui salah satu tokoh/karakter utama dari novel Guru Aini-lah jutru kita akan menemukan semangat dedikasi seseorang yang benar-benar mencintai ilmu dan pendidikan. Seorang guru yang peduli kepada murid dan selalu berusaha menularkan semangat belajarnya kepada anak didiknya.

Desi Istiqomah diceritakan adalah seorang genius matematika yang ingin menjadi guru setelah termotivasi oleh guru matematikanya di masa SMA. Keinginan Desi sangat kuat, bahkan upaya pencegahan yang dilakukan sang ibu tidak bisa meruntuhkan keinginannya tersebut. Karena idealisme itu jugalah, Desi yang pada awal kelulusannya di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) ditugaskan di salah satu kota besar lebih memilih sekolah di pedalaman pulau Tanjong Hampar.

Dari Guru Desi inilah pembaca kemudian akan memahami bahwa profesi guru tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Mereka yang memilih profesi ini harus benar-benar memiliki passion dan minat yang tinggi kepada dunia pendidikan. Selain itu, seorang guru juga harus memiliki integritas terhadap keilmuan yang diampunya. Harus menjadi ahli dan harus mampu memberikan beragam solusi dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi murid.

Jika seorang guru tidak memiliki itu semua maka pembelajaran yang disajikan dapat dipastikan kering, statis, dan tidak memberikan kesan berarti bagi murid. Hal ini pun dapat terlihat dari beberapa rekan kerja Guru Desi di sekolah. Guru-guru yang sekadar mengajar untuk melunturkan kewajiban, guru-guru yang terpaksa dan tersiksa karena mengajar di luar bidang ilmunya, persis seperti kejadian di dunia nyata.

Di luar itu semua, menjadi guru ideal seperti Guru Desi biasanya akan berimbas pada uniknya karakter guru itu sendiri. Secara tidak sadar sang guru akan memiliki kesan killer, lebih serius, dan eksentrik/out of the box, cenderung aneh. Bahkan, tak jarang guru dengan karakter seperti Guru Desi sering tidak disukai murid. Ini terbukti dari tersematnya julukan nyeleneh dari murid-murid kepada Guru Desi, lebih lagi yang tidak menyukai pelajaran matematika. Mereka menyebut Guru Desi dengan julukan Guru Desi-Mal.

Satu-satunya kebahagiaan guru dengan karakter seperti Guru Desi ini adalah ketika mendapati ada murid yang sama jenius seperti dirinya. Seperti menemukan mutiara ditumpukan jerami. Ini jugalah yang dirasakan Guru Desi ketika di kelasnya ternyata ada murid cemerlang dalam ilmu matematika bernama Debut Awaludin.

  • Si Genius, Debut Awaludin vs Aini, Si Pembelajar Berhati Baja

Debut Awaludin adalah salah satu murid SMA, seorang jenius matematika di sekolah tempat guru Desi mengajar. Dia hadir di tahun-tahun awal guru Desi bertugas di kampung Ketumbi di pedalaman pulau Tanjung Hampar. Keberadaan Debut menyalakan gairah Guru Desi dalam memberikan pengajaran.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline