Lihat ke Halaman Asli

Derita Kantong Mahasiswa Gara-gara Kuliah Online

Diperbarui: 20 Mei 2020   19:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pusing, kuliah online doang tapi uang terkuras (Gambar: freepik/pch.vector)

Pandemi covid-19 tidak hanya berdampak kepada sektor politik, ekonomi, dan sosial saja. Pandemi covid-19 juga berdampak pada sektor pendidikan terlebih kepada perguruan tinggi (PT) negeri maupun swasta.

Perguruan tinggi serentak mengeluarkan sikap untuk mengganti perkuliahan umum menjadi perkuliahan online. Narasi seperti ini patut untuk kita berikan apresiasi karena membantu untuk memotong rantai virus covid-19.

Akan tetapi dampak positif dan negatif pasti ada di setiap pengambilan keputusan atau kebijakan. Dengan kebijakan kuliah online ini pasti akan berdampak terhadap keuangan mahasiswa karena dengan melakukan kuliah online ini sangat akan menguras kantong mahasiswa.

Pertanyaan adalah kenapa kantong mahasiswa akan terkuras dengan adanya kuliah online ini? penulis di sini mencoba untuk mengkritisi dampak kuliah online terhadap perekonomian mahasiswa.

MAHASISWA PULKAM DAN STAY KOST
Pasti dampak pandemi covid-19 akan menyebabkan dua faktor ini yaitu, mahasiswa yang pulang ke kampung halaman dan mahasiswa yang masih menetap di kost tempat mereka berkuliah. Penulis mencoba untuk lebih menjelaskan tentang faktor-faktor keuangan mahasiswa yang pulang kampung dan mahasiswa yang masih menetap di kost.

Pertama, mahasiswa yang pulang kampung setidaknya akan lebih aman hidupnya karena bisa berkumpul dengan sanak saudara dan pastinya makan akan terjamin pula. Namun negatifnya, tidak semua rumah mahasiswa mempunyai akses internet yang stabil.

Hal itu membuat sulit pihak mahasiswa. Dengan kesusahan akses internet yang bagus pastinya mahasiswa akan mencoba untuk membeli kartu yang lebih bagus.

Oke kita kasih contoh untuk memperkuat argumen di atas di sini yang akan menjadi contoh adalah pengalaman dari penulis sendiri. Awalnya penulis mengunakan provider indosat, tetapi di daerah penulis jaringannya tidak stabil padahal harga paket kuotanya lebih murah.

Mahasiswa pastinya tidak mau gangguan tersebut menghambat aktivitas perkuliahannya. Dengan begitu pastinya mahasiswa akan mengganti ke provider yang jaringannya lebih bagus.

Sementara itu bagi mahasiswa yang tetap bertahan di kos, kemungkinan besar kuliah online-nya lebih lancar. Beberapa kos saat ini dilengkapi dengan wifi yang baik sehingga kebutuhan akan akses internet terpenuhi.

Meski begitu, sepertinya mahasiswa yang bertahan di kos lebih sedikit ketimbang yang pulang ke kampung halaman. Sebab dengan keputusan beberapa perguruan tinggi yang mengalihkan kuliah ke daring sampai semester selesai membuat mahasiswa memilih pulang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline