Lihat ke Halaman Asli

Dani Ramdani

TERVERIFIKASI

Ordinary people

Socratic Method, Metode Belajar dalam Drama Korea Law School

Diperbarui: 15 Mei 2021   23:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cuplikan belajar dalam drama korea Law School. Sumber: antaranews.com

Sebelumnya saya telah membuat ulasan mengenai drama korea Law School, drama ini memang seru untuk ditonton. Apalagi dalam drama ini disajikan teori hukum, sesuatu yang saya nikmati selain alur ceritanya. 

Baca juga: Kesan Pertama Anak Hukum Nonton Drama Korea Law School

Di dalam ulasan tersebut, saya sempat menyinggung mengenai metode belajar para mahasiswa dalam mempelajari ilmu hukum. Metode belajar yang efektif untuk memahami teori hukum secara menyeluruh. 

Sang dosen yang merupakan mantan jaksa tersebut mengajarkan hukum pidana langsung dengan analisa kasus. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengamati setiap kasus yang terjadi di Korea. 

Kasus-kasus tersebut nantinya akan menjadi bahan diskusi. Kasus yang dibahas adalah kasus yang sudah diputus oleh pengadilan. Mengapa memilih kasus yang sudah divonis? 

Hal tersebut bertujuan agar mahasiswa memahami hukum yang seharusnya (das sollen) dan hukum yang senyatanya (das sein). Antara hukum yang tertera dalam undang-undang dan penerapannya di lapangan, sering terjadi penyimpangan. 

Misalnya, dalam undang-undang KPK, melakukan tindak pidana korupsi saat bencana seharusnya dihukum mati. Akan tetapi, di lapangan (senyatanya) hanya dihukum penjara. 

Kesenjangan seperti itu akan terus ada. Dari situlah kita bisa menganalisa mengapa kesenjangan terjadi, faktor apa saja yang menyebabkan kesenjangan hukum. Nah di dalam drama tersebut sudah dijelaskan bagaimana kesenjangan itu terjadi. 

Di awal episode sang dosen sudah mengajak mahasiswanya berdialog. Contohnya dalam kasus asusila yang di pengadilan tingkat satu dan dua pelaku bersalah. Akan tetapi di Mahkamah Agung dinyatakan bebas. 

Metode diskusi tersebut efektif untuk memahami lebih dalam teori hukum. Bukan hanya dalam buku, akan tetapi dalam praktik. Metode belajar yang mengedepankan dialog sudah ada sejak dahulu. 

Bahkan sebelum abad masehi. Orang yang memperkenalkan teori dialog dalam belajar adalah Socrates. Socrates merupakan filsuf yang memfokuskan filsafatnya pada perilaku manusia. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline