Lihat ke Halaman Asli

Cucu Suwandana

Mahasiswa Program Doktoral UNINUS Bandung

Hakikat Kebermanfaatan Diri untuk Orang Lain

Diperbarui: 14 April 2022   15:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saat kita menempatkan moto Hidup adalah bagian dari solusi bukan bagian dari masalah , lantas menjadikan hal ini sebagai acuan setiap langkah, apakah itu mudah?

Ternyata tidak selalu mudah. Didalamnya penuh dengan konsekuensi dan resiko yang harus dihadapi.

Apa sih konsekuensinya?

Diantara konsekuensinya ada dua hal pokok yang menjadi dasar , pertama harus berilmu agar bisa menjadi solusi bagi orang lain. Yang kedua, harus ikhlas dalam menjalankan segala aktifitas. Berharap dengan ikhlas, kebaikan-kebaikan yang kita lakukan menjadi bekal di akhirat kelak.

Bagaimana menjadikan diri berilmu?

Tentu dengan belajar... belajar... dan belajar, agar meningkat kualitas ilmu dan amal. Ilmu menyematkan keluhuran, kemuliaan yang tak terkikis oleh perjalanan malam dan siang. Ia tak tak lekang oleh pergantian masa dan tahun.

Ilmu akan membangun kewibawaan tanpa kekuasaan, kekayaan tanpa harta, kedigdayaan tanpa senjata, kebangsawanan tanpa keluarga besar, para pendukung tanpa upah, pasukan tanpa gaji... masya Allah.

Nah ...dengan ilmu itulah modal untuk menjadi solusi bagi orang lain... agar kit menjadi insan yang berkualitas sesuai dengan salah satu hadits :

" Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia "( HR.Ahmad, ath-Thabrani, as-Daruqutni) .

Begitu pula jaminan Allah SWT dalam firmannya,

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri" ( al-Isro ayat 7)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline