Lihat ke Halaman Asli

Christie Damayanti

TERVERIFIKASI

Just a survivor

Hak Disabilitas di Ruang Publik yang Terabaikan, Cerita tentang Bioskop

Diperbarui: 13 Agustus 2021   11:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

www.pinterest.com 

By Christie Damayanti

                                                                                                                     
Yang aku tahu, sudah cukup banyak Negara yang membuat UU Disabilitas, untuk membuat disabilitas bisa lebih nyaman dalam kehidupan sehari. Tetapi, belum banyak Negara yang membuat UU Disabilitas ini, berhubungan dengan profesi desain, yang lebih detail.

Dalam membangun sebuah bangunan, yang pertama kali dibutuhkan adalah desain secara detail, yang mana ipersiapkan oleh konsultan. Mulai dari arsitek untuk desain arsitektural, lalu desain struktur, lalu mekanikal dan elektrikal.

Itu yang utama untuk membangun sebah bangunan. Setelah itu, bisa desain dari landscape, dekoratif, bahkan konsultan green-building. Semua tergantung dari si empunya bangunan.

Awal desain adalah arsitek. Termasuk detail desain tentang disabilias.

Misalnya,

Kebutuhan ramp disamping tangga atau lift. Ada juga kebutuhan toilet disabilitas. Jenis pintu2 yang nyaman untuk disabilitas, bahkan dimensi ukuran2 nya yang bisa diselaraskan dengan dimensi kursi roda. 

Kebutuhan desain khusus untuk disabilitas, memang harus disepakati karena berkaitan dengan diskriminasi terhadap disabilitas, terutama untuk bangunan komersial dan ruang public.

Aturan2 itu untuk menetapkan aturan tanggung jawab yang melarang diskriminasi oleh individu tertentu, dan kemudian memiliki ketentuan2 selanjutnya, termasuk menetapkan tindakan apa yang dilakukan oleh individu tersebut sebagai hukuman, termasuk bagi desainer2.

Tidak seorang pun boleh di diskriminasi atas dasar kecacatannya dalam menikmati barang, jasa, fasilitas, hak istimewa, keuntungan, atau akomodasi2 tertentu. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline