Lihat ke Halaman Asli

Christie Damayanti

TERVERIFIKASI

Just a survivor

Hari Disabilitas Internasional 2019 dengan "Archifable", Rancang Bangun untuk Kaum Disabilitas

Diperbarui: 3 Desember 2019   13:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumentasi pribadi Salah satu desain mahasiswa semester 3 di Untar dengan fasilitas disabilitas daksa. Ramp diantara anak2 tangga

Dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional setiap tanggal 3 Desember, Universitas Tarumanagara menyelenggarakan Pameran khusus dari mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur -- itu almamaterku -- tenang sebuah desain bagi masyarakat disabilitas.

Jumat tanggal 29 Noverr 2019 lalu, aku diminta untuk berbicara bersama pak Iwan dari Prempov DKI Jakarta, tentang "Diffability IN The City", sebagai arsitek-arsitek almamater Untar.

Selama dari tanggal 27 Novermber sampai 3 Desember 2019 ini, mahasiswa-mahasiswa semester 3 ini, berusaha untuk memberikan banyak informasi yang terbaik bagi masyarakat, tentang fasilitas disabilitas.

Pada kesempatan itu aku menegaskan kepada para mahasiswa, jika mereka sudah lulus dan bekerja sebagai konsultan untuk rancang bangun, setidaknya di semua kantor mereka, disediakan kursi roda sebagai alat bantu terbesar untuk disabiitas sebagi alat untuk simulasi dalam mendesain.

Mereka juga harus belajar mendesain dengan duduk di kursi roda, untuk merasakan serta mengamati bagaimana manuver-manuvernya, atau bagaimana dengan leveling permukaan lantainya.

Atau juga, bagaimana mereka membuka pintu swing. Karena pada dasarnya, disabilitas di atas kursi roda sangat sulit membuka dan menutup pintu swing. Lebih baik dengan pintu dorong .....

Dokumentasi dari FT Arsitektur Untar

Dokumentasi pribadi Talkshow : Aku dengan pak Iwan, juga almamater arsitekrur Untar, dari Pemprov DKI Jakarta, yang membuat peraturan2 di Jakarta

ARCHIFABLE atau Architecture for the Differently Abled, begitu namanya. Konsep desain untuk teman-temannya berbagai jenis disabilitas.

Tugas ini di kerjakan oleh mahasiswa-mahasiswa semester 3 di Mata Kuliah Studio Perancangan (Stupa) III. Ada yang berkelompok, tetapi ada juga yang sendiri atau pribadi. Bagiku, ini adalah tugas yang keren! Mengapa keren?

Karena pada keyataannya, sejak dulu orang berpikir bahwa seorang arsitek lebih menekankan merancang bangunan yang kerena, cantik atau mewah. Pada kenyataannya juga, justru mereka ingin  menjadi arsitek adalah secara bisnis untuk merancang bangunan mewah, unik dan mahal, untuk mendapatkan uang yang besar.

"Bangunan yang mewah dan mahal serta unik", bisa diartikan dengan bentuk bangunan yang unik atau material-material yang mahal. Sehingga, dalam kaitannya dengan kaum disabilitas, itu justru membuat mereka semakin terkucil.

Terkucil di sini artinya bahwa dengan bentuk bangunan yang unik dan material yang mahal, BIASANYA, menjadikan si arsitek lupa dan tidak berpikir jauh tentang kebutuhan-kebutuhan warga yang berbeda. Si arsietk lebih berpikir, bagaimana bangunan yang dia rancang bisa membuat yang datang takjub dan terkagum.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline