Lihat ke Halaman Asli

Sedikit "Menilik" The Tragedy of The Commons

Diperbarui: 10 Maret 2017   09:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sebuah artikel tentang reaksi nuklir di masa depan di simpulkan oleh Wiesner dan York yang berbunyi tentang kekuatan yang saling beradu dihadapkan dengan dilema antara meningkatnya kekuatan militer atau menurunnya keamanan nasional. Mengingat lemah bahkan tidak adanya solusi secara teknik ketika berhadapan dengan hal ini, Wiesner dan York merasa hal ini adalah pertimbangan yang cukup berat. Jika pihak – pihak  yang mempunyai “kekuatan” berusaha memecahkan solusinya  melalui pengetahuan dan teknologi saja, tidak akan meringankan masalah, justru akan memperparah. Titik fokus yang diambil oleh Wiesner dan York pada artikel Garret Hardin ini bukan pada keamanan nasional dari dunia nuklir melainkan tidak adanya solusi secara teknis untuk masalah yang dihadapi.

Wiener dan York mengatakan asumsi yang mereka peroleh dari diskusi umum mengenai hal tersebut mengatakan bahwa masalah yang sedang dibahas memiliki solusi secara teknis yang dimuat dalam jurnal professional  mapun jurnal semipopuler. Solusi tersebut mungkin bermaksud sebagai sesuatu yang memerlukan sebuah perubahan hanya dengan teknik ilmu natural, dengan tuntutan yang jecil atau tidak ada sama sekali dalam proses perubahan nilai manusia atau ide tentang moralitas. Seperti hari – hari yang kita lalui, memberanikan diri terhadap solusi secara teknis merupakan hal yang lebih baik dan nyata, di bandingkan dengan hanya wacana saja.

Bumi kita memiliki kekayaan yang melimpah, tidak hanya bisa dimanfaatkan saja melainkan bisa diperbarui pula. Menurut Malthus, dunia memiliki populasi yang secara natural tumbuh secara “geometris”. Dalam dunia yang di kotak – kotakkan menurut populasi ini, terdapat keterbatasan kekayaan yang dimiliki bersama dan terjadilah penurunan per kapita. Sebuah pertahanan kelompok sosial melihat bahwa dunia mempunyai kekayaan yang terbatas, namun sebagian lagi tidak. Mereka beranggapan dunia yang terbatas hanya dapat dihuni oleh populasi yang terbatas pula. Dengan kata lain pertumbuhan populasi harus berbanding nol.

Terdapatt dua alasan yang mendukung  : berdasarkan teori , Von Neumann dan Morgenstern menyatakan bahwa kemungkinan besar matematika dapat menjelaskan hal yang dapat meningkatkan dua (atau lebih) variabel dalam waktu yang bersamaan, tetapi pada dasarnya berada di dalam teori partian differential equations. Alasan yang kedua di lihat dari dunia biologi. Organisme memerlukan sumber energi (misalnya makanan) agar dapat bertahan hidup. Tidak hanya itu, energi dapat digunakan untuk perkembang biakan dan bekerja.

Hardin berusaha keras membuat asumsi – asumsi untuk mencapai kesimpulan, dan biasanya akusisi dari energi adalah masalahnya. Pertumbuhan populasi yang terus meningkat, menjadi masalah yang tidak dapat dihindari, usaha memberikan sumber energi pun terus dilakukan. Di antara banyaknya populasi di bumi, hanya beberapa daerah saja yang masuk dalam kategori populasi baik. Hardin mengakui sulitnya mendefinisikan apa yang ia maksud. Sejauh yang ia amati, tidak ada satu usaha pun yang dapat secara sempurna mengatasi masalah ini. Untuk mencapai sebuah penerimaan dan solusi yang stabil, memerlukan lebih dari satu generasi untuk bekerja menganalisis dan butuh banyak persuasi. Untuk mempersuasi saja, diperlukan kemampuan khusus.

Setiap manusia tentu tidak akan pernah merasa puas walaupun hal yang diinginkan sudah tercapai. Pasti ingin lebih lebih dan lebih lagi. Misalnya, bagi seseorang hutan belantara hanyalah sebagian area yang ditumbuhi pohon – pohon, namun bagi seseorang yang lain, hutan belantara merupakan sebuah ribuan pondok yang sangat bemanfaat sebagai tempat tinggal berbagai flora dan fauna. Setiap orang memiliki ukuran pandangan yang berbeda – beda. Begitu juga dengan kekayaan.

Bagi sebagian orang, hutan adalah tempat memelihara binatang untuk diburu, namun sebagian orang menganggapnya ladang pabrik, sumber kekayaan. Pandangan ini tidak bisa dibandingkan. Hal yang tidak dapat dibandingkan, tidak bisa diperbandingkan. Jika teori mengatakan bahwa hal yang dapat dibandingkan dapat menjadi hal yang dapat diperbandingkan, namun membutuhkan standard keputusan dan sistem pertimbangan yang baik.Standard yang dimaksud merupakan cara bertahan hidup di alam. Seleksi alam merupakan cara yang tepat membandingkan hal yang tidak dapat diperbandingkan oleh manusia.

Tragedi of Freedom in a Commons

Wiliam Forster Lloyd (1794 – 1852) menemukan bantahan untuk the invisible hand  dalam kontrol sosial dalam coretan pertama sebuah pamphlet tahun 1833. Mungkin kita sering mendengar dan mengenalnya dengan kalimat “the tragedi of the common”  (tragedi yang sering terjadi). Menurut Whitehead, secara filosofi, kata “tragedi”merupakan intisaro dari tragedi yang dramatis bukan ketidakbahagiaan. Intisarinya terletak pada kesungguhan kejamnya eksploitasi berbagai hal. Whitehead mengatakan “Hal yang tidak dapat dihindari dari nasib hanya dapat diilustrasikan dengan terminologi kehiduan manusia mellaui peristiwa yang menyebabkan ketidakbahagiaan. Hal itu hanya berlaku bagi mereka yang gagal mencari jalan keluar dapat menjadi bukti dari drama.”

Seiring berjalannya waktu, tragedi yang sering terjadi ini mulai berkembang. Pada gambar sebuah padang rumput yang membuka semua jalan. Selanjutnya diharapkan para penggembala mencoba memelihara sebanyak mungkin ternak di padang. Para penggembala pun mulai memikirkan beberapa rencana. Beberapa rencana berhasil dilakukan dengan menyenangkan pada masa tersebut karena perang suku, perampasan, dan penyakit akan tetap menjadi penyumbang manusia dan hal buruk lainnya mengalami penurunan kapasitas daratan. Ketika tujuan keinginan logika jangka panjang dari stabilitas sosial menjadi kenyataan, terdapat logika yang melekat pada umunya yang dengan kejam menghasilkan sebuah tragedi.

Sebagai manusia yang harus memenuhi kebutuhan hidup, para penggembala mencari cara menaikkan keuntungan. Secara terbuka atau tertutup, sadar atau tidak, penggemvala mempertanyakan kegunaan dari menambah satu ternak lagi. jawaban dari pertanyaan kegunaan tersebut memiliki positif dan negatif komponen.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline