Lihat ke Halaman Asli

Hamdani

TERVERIFIKASI

Sang Musafir - Mencari Tempat untuk Selalu Belajar dan Mengabdi

Prihatin "Double Job" tetapi Tidak "Double Income"

Diperbarui: 12 Agustus 2021   10:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(Ilustrasi Gambar, Hillshire Farm/Unsplash)

Menarik membahas soalan rangkap tugas (double job), dan dibanyak tempat sering tidak ada tambahan pendapatan (double income) bagi yang terlanjur menerima tambahan pekerjaan bahkan bonus tanggung jawab pula.

Bagi pekerja kantoran mungkin sudah sering mendengar istilah double job.

Setidaknya istilah itu telah dipahami secara baik saat bekerja sehari-hari.

Sehingga tidak sedikit yang telah menjadi bagian dari praktik rangkap tugas dalam lingkungan kerja tersebut meskipun ada yang keberatan.

Tetapi dengan tuntutan peran harus diterima juga.

Berperan dengan banyak tugas yang terkadang berbeda bidang dan kompetensi memang melelahkan.

Apalagi jika pekerjaan itu sangat beragam dan banyak. Wah bisa terkuras semua energi.

Pengalaman saya ketika bekerja di sebuah yayasan swasta yang bergerak di bidang pendidikan dua tahun lalu, dimana hampir 50% posisi harus dirangkap karena perusahaan baru.

Sebagai perusahaan yang baru memulai (start up), tentu saja sang pemilik (owner) menyusun strategi agar biaya yang dikeluarkan benar-benar irit dan tepat sasaran sedangkan pendapatan harus maksimal.

Sehingga struktur manajemen di desain sedemikian rupa agar menimbulkan penghematan dan standar efesiensi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline