Lihat ke Halaman Asli

Hamdani

TERVERIFIKASI

Sang Musafir - Mencari Tempat untuk Selalu Belajar dan Mengabdi

Tidak Ada Covid di Aceh, Ini Kata WHO

Diperbarui: 26 Juli 2021   22:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kerumunan di Pasar Inpres Lhokseumawe Aceh. Foto: Kompas.com

Hingar bingar Covid-19 di Aceh sudah berlangsung sejak Februari 2020 lalu. Artinya sudah berjalan 1 tahun lebih masyarakat Aceh mendapatkan bermacam informasi tentang wabah virus Wuhan tersebut.

Namun yang menarik untuk diperhatikan yaitu tentang sikap masyarakat Aceh terhadap covid. Meski tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk antisipasi penularan namun tidak sedikit masyarakat yang meragukannya.

Padahal banyak informasi, data, dan fakta yang berseliweran sebagai alat untuk membangun kesadaran masyarakat agar ektra hati-hati terhadap bahaya virus Corona itu. Tetapi nyatanya keyakinan masyarakat tidak banyak berubah. Mereka mengatakan Covid-19 tidak ada.

Persepsi masyarakat tentu dapat dibantah secara mudah dengan konfirmasi temuan-temuan kasus dan secara ilmiah. Pendapat para pakar dalam hal ini dokter menjadi rujukan utama sebagai klaim mewabahnya Covid-19 di Aceh dan itu sudah fix.

Aceh, terutama di ibu kota provinsi yakni kota Banda Aceh termasuk dalam daftar daerah zona merah di luar Jawa-Bali yang sekarang ini diberlakukan PPKM pengetatan. Tentu ini adalah satu bukti bahwa di Aceh juga ada covid.

Tetapi, di sisi lainnya persepsi di atas dapat pula menjadi semacam kekuatan mental untuk mengahadapi rasa takut berlebihan terhadap Coronavirus Disease 19 itu. Sebab ada yang berpendapat Covid-19 bisa terkena/menyerang bila pikiran seseorang meyakini dirinya bakal terkena.

Hal itu juga dapat dibuktikan secara ilmiah, bahwa aspek psikologis seseorang sangat mempengaruhi penularan wabah Covid-19, bahkan termasuk penyakit-penyakit yang lain.

Penulis ingin mengatakan, kekuatan pikiran sangat penting dioptimalkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imun) dalam melawan Coronavirus. Maka sangat tepat bila masyarakat Aceh menanamkan dalam pikirannya "tidak ada Corona di Aceh."

Bagi mereka yang tidak mengerti tentang ini tentu akan menganggap bahwa masyarakat Aceh bodoh atau ngeyel pada fenomena Covid-19. Bagaimana mungkin dikatakan tidak ada covid sementara korban yang meninggal sudah mencapai ratusan orang.

Sebab itu perlu diluruskan, bukan tidak ada Coronavirus tetapi tingkat penyebaran nya yang rendah atau tidak setinggi seperti kota Jakarta, Jawa Barat, Bogor, Jawa Tengah, dan Bali.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline