Lihat ke Halaman Asli

Nanang Diyanto

TERVERIFIKASI

Travelling

Mengenal Reyog Obyok

Diperbarui: 17 Juni 2015   11:29

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

14234991801370120911

[caption id="attachment_350183" align="aligncenter" width="490" caption="Reyog obyok, interaksi langsung antara penari dan penonton, reyog jalanan berhenti di tiap perempatan atau tempat yang lebih lapang"][/caption]

Ponorogo, 10/02/2015

Sebenarnya tidak ada beda yang signifikan antara reyog panggung dan reyog obyok, hanya soal tempat dan keperluan saja yang membedakan. Reyog obyok tampil mengelilingi kampung, penari dan dadag merak berada didepan diikuti penabuh gamelan dan penonton. Berikut ini cerita reyog obyok yang saya jepret bersamaan dengan hari ulang tahun "Kerkopan dan Sanggar tari langen Kusumo" kemarin,

Ada yang menarik pada reyog obyog, dimana ada interaksi langsung antara penari, penabuh gamelan dan penonton. Penonton langsung bergabung mengikuti perjalanan rombongan reyog, semakin jauh perjalanan akan semakin banyak penonton yang bergabung untuk ikut berjalan. Begitu mendengar suara gamelan orang oarang akan keluar rumah dan menunggu rombongan sampai di depan rumahnya, dan begitu sampai mereka segera ikut bergabung berjalan dibelakangnya, dan begitu seterusnya. Dan rombongan akan berhenti di perempatan atau pertigaan yang lebih lapang ataupun di halaman rumah masyarakat yang bisa menampung orang banyak. begitu rombongan berhenti mereka tanpa dikomando akan membuat lingkaran, paling depan depan duduk dan yang belakang berdiri.


[caption id="attachment_350321" align="aligncenter" width="490" caption="Penari berjalan paling depan diiringi gamelan, dan penonton mengikuti dibelakangnya, semakin jauh semakin banyak penonton yang bergabung"]

1423534356471337942

[/caption]

[caption id="attachment_350319" align="aligncenter" width="490" caption="penabuh gamelan dan penonton mengikuti dibelakang"]

1423534206193672680

[/caption]

Penonton yang rata-rata berdarah seni akan segera bergabung dan bergantian membantu menabuh gamelan dan memikul gamelan, begitu juga ada yang menggatikan pembarong menari. Dengan kepala tertutup kepala macan orang tidak bakalan tahu siapa ya menari. Dan itu sudah lazim sudah dari jaman dulu.

Bagi orang yang mampu dan mempunyai halaman luas yang dilewati sering menyediakan makanan jajanan dan minuman, dan rombongan akan berhenti dan singgah untu tampil dihalamannya. Makanan dan minuman bukan khusus buat rombongan reyog namun untuk penonton juga. Karena batas atau beda penonton dan penari sangat tipis, mereka berbaur dan saling mengisi.

[caption id="attachment_350323" align="aligncenter" width="490" caption="iringan-iringan dadag merak berjalan paling belakang"]

14235348841335461762

[/caption]

[caption id="attachment_350324" align="aligncenter" width="490" caption="penabuh gamelan berbaur dengan penonton yang mengikutinya"]

14235350021922326102

[/caption]
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline