Lihat ke Halaman Asli

BungRam

Pemerhati pendidikan, konsultan program pendidikan

Mengembangkan Keterampilan Belajar Pasca Pandemi Covid-19

Diperbarui: 5 April 2021   07:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar : https://www.financialexpress.com

Perbincangan dan diskusi seputar pandemi, khususnya pendidikan selama dan pasca pandemi, menarik perhatian dan juga boleh dikatakan sebuah tantang pemikiran baru era digital dan masyarakat modern sekarang ini.

Kita semua mungkin mengharapkan perubahan pada pendidikan selama pandemi --- di mana hampir setiap siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMA mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya, yaitu secara daring --- akan membantu sebagian besar anak untuk siap menghadapi era industri 4.0 atau 5.0, bekerja di tempat kerja digital di masa depan.

Tapi itu salah, kata para ahli. Kyle Hartung, wakil presiden asosiasi Jobs for the Future, sebuah organisasi nirlaba yang berkonsentrasi pada pendidikan dan penyelarasan tenaga kerja mengatakan, "Saya tidak berpikir ini akan banyak membantu, tidak ada pendekatan sistematis atau pedagogis untuk belajar dari jarak jauh." Baca uraian lebih jelasnya  di sini.  

Shelly Culbertson, peneliti kebijakan senior di RAND Corporation, juga skeptis. "Saya tidak yakin bahwa mereka datang dengan seperangkat keterampilan yang memungkinkan mereka memiliki disiplin diri dan rentang perhatian yang dibutuhkan untuk bekerja dari jarak jauh", katanya, mengingat kualitas pendidikan online umumnya buruk untuk banyak siswa. Dia mengingatkan, bahwa belum ada penelitian yang komprehensif tentang pertanyaan tersebut dalam konteks pandemi.

Krisis COVID-19 dan disrupsi pendidikan masih jauh dari selesai. Karena menurut laporan PBB, sekitar  100 negara belum mengumumkan tanggal pembukaan kembali sekolah dan di seluruh dunia, pemerintah, serikat pekerja, orang tua, dan anak-anak bergulat dengan kapan dan bagaimana mendekati fase berikutnya. 

Negara sudah mulai merencanakan untuk membuka kembali sekolah secara nasional, baik berdasarkan tingkat kelas dan dengan memprioritaskan ujian kelas, atau melalui pembukaan sekolah di daerah lokal yang memiliki lebih sedikit kasus virus.

Namun, mengingat penanganan pandemi di beberapa negara yang tidak maksimal, pendistribusian vaksin, hingga munculnya varian baru virus COVID, mengakibatkan pengambilan kebijakan pendidikan menjadi sulit dilakukan secara komprehensif.

Oleh karenanya untuk mengurangi konsekuensi yang berpotensi merusak dari pandemi COVID-19, PBB melalui pemerintah dan pemangku kepentingan di seluruh negara terkena dampak pandemi COVID-19 mendorong untuk merespons dengan mengeluarkan kebijakan berikut:

1.  Penekanan penularan virus secara seksama, dan perencanaan pembukaan ulang sekolah (secara luring)

Satu-satunya langkah paling signifikan yang dapat diambil negara untuk mempercepat pembukaan kembali sekolah dan lembaga pendidikan untuk menekan penularan virus untuk mengendalikan wabah nasional adalah dengan memastikan keamanan semua; rencana pembukaan kembali yang inklusif; mendengarkan suara semua pihak; dan berkoordinasi dengan aktor kunci, termasuk komunitas kesehatan.

2.  Melindungi dan mengatur pendanaan pendidikan secara baik

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline