Lihat ke Halaman Asli

Genk Motor

Diperbarui: 25 Juni 2015   06:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Kericuhan Genk Motor tidaklah sesederhana yang ditinjau dan dinilai para phsikolog. Ada yang lebih dalam bila mau ditelusuri. Mengapa sampai terjadi pertempuran, tawuran, dan bentrokan terus-menerus.

Pertama, banyak anak lahir di luar pernikahan.

Kedua, tidak sedikit gadis-gadis hamil di luar nikah, dan MBA.

Ketiga, jarang perempuan mau melahirkan dengan normal, mereka memilih caesar.

Keempat, sedikit sekali perempuan memberikan susunya pada sang bayi begitu lahir.

Kelima, susu ASI diganti dengan ASU (asal susu), mulai dari susu sapi, susu etawa, susu kambing, susu untak, susu domba, susu beruang, susu kuda, susu susu lainnya. Artinya, sudah sangat langka seorang perempuan menyusui bayinya. Akibatnya mereka jelas tumbuh minimal sebagai OWASA (orang watak sapi) - seorang calon Doktor sedang menindaklanjuti pendapat ini untuk riset lebih dalam.

Keenam, anak-anak tidak lagi diasuh ibu bapaknya.

Ketujuh, pribadi sang anak tentunya sangat berpengaruh oleh apa yang dimakan dan diminum, di mana tidak sedikit makanan dan minuman tidak halal masuk dalam pembuluh darah mereka.

Kedelapan, minimnya pendidikan spiritual, baik itu agama, kesenian, maupun olah rasa.

Kesembilan, ketidakpedulian.

Kesepuluh, lunturnya kearifan lokal dengan minimnya filter bagi sumber wawasan dan pengetahuan anak.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline