Lihat ke Halaman Asli

Ani Berta

TERVERIFIKASI

Blogger

Binar Academy Semarakkan Ekosistem Digital di BSD

Diperbarui: 18 Desember 2018   00:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sinarmas Land yang punya visi menjadikan BSD City sebagai Integrated Smart Digital City di Indonesia, menuju ke sana sudah ada implementasi yang nyata dengan kehadiran komunitas Start Up di sana, salah satunya Binar Academy yang baru diluncurkan pada  12 Desember 2018 di The Breeze BSD.

Perkiraan di 2021 Digital Hub akan rampung dan menjadi Silicon Valley nya Indonesia. Pernah saya bahas di artikel ini duniaspasi.blogspot.com dan berangkat dari visi yang sama dengan Binar Academy maka Sinarmas Land menggandeng Binar Academy menjadi salah satu pendukung komunitas digital yang sedang dikembangkan.

Binar Academy awalnya berdiri di Yogyakarta dan sudah mencetak 400 engineer di sana. Konsep sekolah teknologi yang dibangun oleh salah satu tokoh Start Up Indonesia yang membesarkan Go-Jek Indonesia, Alamanda Shantika Santoso sudah mengembangkan komunitas talenta digtal di Bandung, Batam, Semarang, Kupang dan Ambon.

Alamanda sangat bersyukur Sinarmas Land bersedia membantu memfasilitasi Binar Academy. Menurutnya, dengan kehadiran Binar Academy di BSD dapat menyediakan wadah talent untuk disalurkan bekerja di perusahaan yang memerlukan ahli IT yang ready to use.

Bapak Irawan Harahap dari Digital Hub Project menyambut baik Binar Academy yang baru berdiri setahun tetapi sudah mampu mencetak banyak talenta digital berkualitas. Beliau juga berharap agar para talenta digital tersebut mendapatkan pengetahuan, pengalaman serta perilaku yang dibutuhkan sesuai disiplin ilmu yang dipelajari.

Alamanda mendirikan Binar Academy karena terpacu ingin menciptakan atmosfir digital yang mampu dikuasai masyarakat umum yang dapat dipelajari secara gratis dan mudah mendapatkannya. Alamanda sadar bahwa untuk wilayah tertentu di Indonesia masih banyak yang belum terjangkau untuk diberi wawasan terkait teknologi.

Hambatannya terlalu banyak, selain infrastruktur juga pola pikir yang belum sepenuhnya dapat menerima pelajaran ini. Tetapi Alamanda tidak menyerah. Ia sangat optimis untuk melakukan ekspansi ke berbagai daerah yang lain ke depannya. Demi mencerdaskan anak bangsa dan memberi kesempatan kepada anak daerah supaya bisa juga mendapatkan pelajaran teknologi dengan mudah dan gratis.

Alamanda sangat mengusung konsep bisnis yang cenderung ke arah sosial. Oleh karena itu Binar Academy mencari keseimbangan antara dampak sosial dan pemasukan finansial dengan menginvestasikan laba yang didapat dalam bentuk beasiswa sekolah teknologi.

Peserta atau anak didik di Binar Academy tak harus anak muda. Bahkan sudah ada peserta didik yang berusia lebih dari 50 tahun tapi bisa mengikuti pola belajar teknologi di Binar Academy. Luar biasa ya? Dan peminat yang ingin belajar sampai antre untuk mendapatkan jatah waktu belajarnya. Mereka dididik secara teknis dan no teknis selama 2,5 bulan dengan jadwal belajar 3 kali dalam seminggu. Pilihan kelas yang tersedia adalah Backend Engineering, Frontend Engineering, iOS Engineering, Android Engineering, Quality Assurance Engineering, Product Management dan UI/UX Design.

Salah satu ruangan kelas di Binar Academy BSD

Para peserta didik dibimbing oleh mentor berpengalaman dari nol hingga dapat membuat aplikasi sendiri. Program Scholarship ini harus melalui serangkaian test wawancara dan mau menunggu antrean jadwal belajar.

Jika tidak diterima di program scholarship, peserta diarahkan ke Binar Plus, program ini diikuti bagi yang tak ingin melalui test atau menunggu antrean belajar tetapi berbayar. Binar Plus mempunyai empat pilihan kelas, diantaranya React Native Engineering, Full-stack web development, iOS engineering dan UI/UX design.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline