Lihat ke Halaman Asli

Agus Harimurti Akan Menjadi DKI-1, Karena Faktor-faktor Ini

Diperbarui: 27 September 2016   21:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Masuknya Agus Harimurti dan Anies Baswedan sebagai calon pilgub DKI membuat kanal Politik di K sedikit berubah, yang sebelum nya sudah sangat jenuh dengan perdebatan atau tepatnya pertengkaran antara Ahoker dengan Anti Ahok, sekarang ini menjadi lebih berwarna dengan tulisan tentang Agus dan Anies. Ada banyak tulisan dengan topik yang mempertanyakan apa motivasi keputusan politik SBY, yang berakibat langsung terhenti nya karir militer Agus Harimurti, cucu Jendral TNI Sarwo Edhi Wibowo, dan anak Presiden RI yang juga Jendral TNI. Padahal Agus Harimurti diproyeksikan oleh banyak pihak sebagai salah satu pimpinan TNI dimasa yang akan datang.

Dengan tidak bermaksud ikut terlibat dalam pertengkaran Ahoker vs anti Ahok,aku melihat Agus punya kans paling besar untuk menjadi DKI-1 dengan alasan-alasan dibawah. Kalau ada yang bertanya  .... koq bukan Anis cak? He he he … alasannya simple: Anis itu terlalu halus dan lembut untuk Jakarta, ditambah lagi Anis yang terlalu mudah untuk pindah kelain hati ....  membuat aku lebih condong ke Ahok untuk menjadi DKI-1, jika misalnya Agus kalah pada putaran pertama Pilkada DKI. 

Ok kita teruskan ……

Pertama, Kapasitas Agus Harimurti

Untuk menjadi lulusan terbaik di AKMIL sangat jelas memerlukan fisik, mental,dan intelektual yang prima. Punya 3 gelas master dari beberapa perguruan tinggi kelas dunia, lulus dari Army Command and General Staff College (Sesko) Fort Leavenworth-Kansas USA dengan nilai sempurna, kandidat PhD, komandan batalion pasukan tempur TNI, komandan pasukan kontingen TNI di luar negri, dan sudah diusulkan untuk naik pangkat menjadi Letkol pada April 2017 ini. Secara mudah orang melihat karir militer Agus sangat cemerlang dan jalan menuju pucuk TNI sudah terbentang lebar didepan mata. Pertanyaan utama nya adalah kenapa Agus mau saja mendadak pensiun dari TNI, apa yang kau cari Agus? Apa sih maunya SBY? Agus dan keluarga SBY sudah memberi jawaban formal di media, dan banyak artikel di K yang membahas dan mencoba menjawab pertanyaan itu. Di media juga banyak yang mengecam dan mengejek keputusan berani (dan nekad?) ini. Termasuk pakar politik Ikrar Bakti yang mengatakan Agus adalah anak ingusan …. Ha ha ha. Mayor TNI dengan segunung prestasi dibilang anak ingusan? Aku berani mengatakan bahwa Ikrar Bakti bisa dipastikan akan muntah-muntah kalau ikut latihan dasar militer. Pasti ada banyak pertimbangan logis dan strategis dari Agus (dan SBY) sehingga berani mengambil keputusan besar ini.

Tapi Agus kan masih mayor TNI, koq sudah kebelet kepingin jadi Gubernur DKI,yang jadi jatah Let-Jend TNI lho cak?!

Mudah-mudahan anda tidak lupa atau sengaja lupa. Dua tahun lalu kita punya presiden dengan jalur super cepat. Bayangkan saja dari juragan meubel, menjadi WalKot Solo yang dilewati secara normal satu priode, tiba-tiba menjadi sangat populer karena digoreng oleh media gara-gara ESEMKA sehingga berhasil menjadi Gubernur DKI, dan akhirnya nangkring jadi Presiden. Banyak yang mengatakan semua ini bisa terjadi karena Jokowi punya tim pencitraan yang super hebat dan masifnya serangan melalui udara (internet dan media). Padahal, bahkan JK pun sebelumnya pernah mengatakan belum saatnya Jokowi naik menjadi Presiden, belum punya pengalaman.

Nah…

Kenapa anda meragukan kemampuan Agus Harimurti menjadi DKI-1? Dari rekam jejak Agus, aku tidak akan meragukan kepintaran dan kapasitas Agus sebagai pemimpin, Aku percaya Agus adalah seorang yang mampu beradaptasi dengan cepat dari TNI ke sipil, sehingga bisa mengelola DKI dengan lebih baik. Ditambah lagi Agus bakalan didampingi oleh birokrat sejati, bekas walikota, dan kebetulan putri Betawi asli.

Kedua, Faktor Ahok

Aku tidak menyangkal bahwa aku ini adalah fan nya Ahok, bagiku cara Ahok membenahi keruwetan DKI sangat unik, berani, dan frontal. Kata orang preman itu harus dilawan memakai cara preman juga. Dan menurutku ku, Ahok lebih baik daripada pendahulunya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline