Lihat ke Halaman Asli

Martha Weda

TERVERIFIKASI

Mamanya si Ganteng

Meluruskan Rambut dan Hal Seputarnya yang Layak Diperhatikan

Diperbarui: 13 Desember 2022   21:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi proses meluruskan rambut secara kimiawi. Hati-hati, sering menggunaan produk zat kimia pelurus rambut bisa meningkatkan risiko kanker rahim pada wanita. (Shutterstock/TaniaKitura)

Meluruskan rambut merupakan treatment yang banyak dilakukan pemilik rambut keriting atau ikal. Oleh karena itu, tidak ada salahnya memperhatikan hal-hal seputar treatment tersebut. 

Sejatinya rambut saya ini keriting. Ikalnya kecil-kecil seperti mi instan. Itu sebabnya, sejak masa sekolah, saya terbiasa dengan rambut yang selalu diikat, dikepang, atau dikucir.

Masa kuliah, saya mulai berkenalan dengan treatment meluruskan rambut menggunakan obat (bahan kimia). 

Kala itu, selain mengggunakan obat, treatmenmeluruskan rambut masih menggunakan bantuan papan pelurus rambut.

Papan ini terbuat dari bahan plastik dan ringan. Ukuran lebarnya kira-kira 10 cm, sedangkan panjangnya bervariasi antara 10-30 cm, yang digunakan sesuai panjang rambut yang hendak diluruskan.

Cara meluruskan rambut dengan papan pelurus ini cukup mudah. Rambut diambil sedikit, dioleskan obat pelurus rambut, lalu rambut ditarik lurus dan ditempelkan ke selembar papan tadi. Begitu seterusnya dilakukan pada seluruh rambut.

Kemudian, rambut dibiarkan sekitar tiga puluh menit sampai satu jam. Selama waktu tersebut kita tidak bisa bergerak bebas, karena harus mempertahankan posisi rambut tetap lurus untuk hasil treatment maksimal.

Jadi, bisa dibayangkan betapa pegalnya leher dan kepala yang terasa berat karena harus menahan beban lebih dari lima belas papan selama kegiatan ini.

Namun, ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Rambut saya yang semula megar dan harus selalu diikat, tiba-tiba lurus dan bisa dibiarkan tergerai.

Hasil yang mengagumkan ini berbanding lurus dengan waktu yang dibutuhkan, ketidaknyamanan yang dirasakan, terlebih biayanya yang cukup mahal.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline