Lihat ke Halaman Asli

Bayu Samudra

TERVERIFIKASI

Penikmat Semesta

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa dan Mengaji di Bulan Ramadan

Diperbarui: 2 Mei 2021   12:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mengajarkan anak berpuasa selama Ramadan (foto dari gulfnews.com)

Kita sebagai orangtua tentu harus menjadi teladan bagi anak-anak kita. Panutan dalam segala hal, perkataan dan perbuatan. Sebab anak dasarnya adalah memori kosong yang wajib diisi guna memberikan manfaat bagi kehidupan di masa mendatang. Salah satunya mengajarkan beribadah di bulan Ramadan.

Bagi orang muslim, Ramadan adalah bulan penuh keberkahan karena amalan-amalan ibadah diganjar dengan pahala yang besar tanpa ada seorang pun makhluk yang mengetahui seberapa besar pahalanya, hanya Allah SWT yang mengetahui. Untuk itu, setiap keluarga muslim berlomba-lomba beribadah siang dan malam guna memperoleh berkah dari Allah SWT. 

Yang menjadi permasalahan ialah mengajarkan anak beribadah di bulan Ramadan. Memberi arahan akan apa-apa yang diperbolehkan selama Ramadan, sebab bulan ini, bulan istimewa dan khusus yang tidak ada pada bulan sebelum dan sesudahnya. Bulan penuh ampunan, bulan pembersihan dan penyucian diri, dan bulan mengharap kemuliaan Ramadan.

Mengajarkan anak beribadah terutama di bulan Ramadan, yang sejatinya identik dengan ibadah puasa menjadi tantangan utama bagi keluarga. Orangtua harus mengajarkan anak beribadah di bulan Ramadan, seperti puasa dan mengaji. 

Anak-anak tentu bertanya-tanya, mengapa dirinya harus menjalankan ibadah puasa? Terlebih usianya masih belia, dibawah 10 tahun. Jika kita selaku orangtua gagal memberikan pemahaman dasar tersebut, jelas anak kita akan membangkang dan menolak ajakan beribadah, puasa Ramadan dengan berbagai alasan dan tingkah laku merengek-rengek.

Maklum, anak-anak. Biarkan saja, tunggu hingga dewasa, toh nanti juga tau dengan sendirinya.

Model ucapan yang dilontarkan salah satu anggota keluarga, salah satu tetangga tersebut adalah upaya pembodohan, mendukung penyimpangan, dan membiarkan anak dalam kesesatan.

Saya akui benar, bahwa anak-anak masih kecil, masih muda, masih imut-imut, kalau udah gede amit-amit. Bukan karena kemungilan, kebeliaan, dan keimutan tersebut membuat kita mengabaikan tugas dan kewajiban kita selaku orangtua. Mendidik anak dan mencetak anak berkualitas.

Mengajarkan anak berpuasa selama Ramadan, bisa? Pasti bisa.

Anak-anak sedang menanti bedug berbuka puasa (foto dari gulfnews.com)

Jangan karena anak-anak, kita mengajarkan hal yang keliru pada prosedur beribadah puasa Ramadan. Semisal membiarkan tidak ikut sahur dan menggantinya dengan sarapan pagi, tidak perlu menjalankan salat tarawih, dan membiarkan bermain petasan ketimbang mengajarkan mengaji.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline