Lihat ke Halaman Asli

Asmi Norma Wijaya

Wife & Mom

JNE Sebagai Udara Segar Untuk Kebangkitan UMKM di Indonesia

Diperbarui: 24 Januari 2022   21:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Asmi Norma Wijaya

UMKM merupakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang bergerak di banyak bidang pemenuhan kebutuhan sehari hari. Di antaranya adalah pertanian, industri pakaian, kuliner dan masih banyak lagi. Sebanyak 90% penduduk di Indonesia merupakan pelaku UMKM, menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Keci, dan Menengah (KUKM).

Ya, peranan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia benar adanya. UMKM memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap negara. UMKM memiliki potensi besar sebagai penyerap tenaga kerja serta sebagai jawaban terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, pandemi covid-19 menyebabkan adanya pembatasan sosial di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Dan hal itu tentunya juga berdampak dengan merosotnya aktivitas UMKM.

 Strategi Apa yang Harus dilakukan UMKM?

 UMKM berpusat pada kemandirian dari pelaku usaha untuk dapat bertahan dalam situasi dan kondisi yang sulit. Selain melakukan pemasaran secara konvensional, 'person to person'. UMKM juga harus melakukan strategi pemasaran yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman di era digital. Lantas, strategi pemasaran digital seperti apa yang bisa dilakukan oleh UMKM?

1. Terus melakukan inovasi produk

Perkembangan model sebuah produk di masyrakat terus mengalami perubahan dan perkembangan. Sebagai pelaku usaha diperlukan adanya kepekaan terhadap perkembangan tersebut dengan terus melakukan berbagai inovasi. Sebab minat masyarakat terhadap suatu produk kerap berubah dan cepat bosan. Untuk itu pelaku usaha harus cerdas dalam membaca kebutuhan serta keinginan pasar. 

2. Menggunakan platform media sosial dan marketplace 

Dengan adanya media digital, akan terjalin komunikasi yang lebih intim antara pelaku usaha dengan konsumen, walaupun tidak terjadi pertemuan secara tatap muka. Media digital juga dapat memberikan informasi produk yang dijual secara lebih detail. Media digital yang bisa digunakan adalah media sosial seperti facebook, tiktok dan instagram. Selain media sosial, bisa juga menggunakan marketplace seperti Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak. Marketplace saat ini lebih banyak digunakan karena memiliki regulasi yang baik terhadap perlindungan konsumen.

3. Membuat iklan produk yang menarik

Pernah tidak sih, ketika lagi asyik berseluncur di dunia maya tiba-tiba ada iklan suatu produk yang ternyata produk itu sedang diidam-idamkan? Hal itu dikarenakan internet dapat membaca riwayat pencarian. Jika pengguna internet atau media sosial pernah mencari sebuah produk di mesin pencari google atau marketplace. Maka, iklan yang akan muncul biasanya tidak jauh-jauh dari itu. Maka sebagai pelaku usaha buatlah iklan semenarik mungkin. Bila perlu tambahkan promo atau diskon. Hal itu tentu dapat memberikan peluang yang lebih besar agar konsumen membeli produk tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline