Lihat ke Halaman Asli

Arnold Mamesah

TERVERIFIKASI

Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomics - Intelconomix

Mitos Cadangan Devisa dan Efek China

Diperbarui: 18 Mei 2016   11:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

China Forex Reserve MythMitos Cadangan Devisa

Dalam pemahamannya, cadangan devisa (Cadev) resmi Indonesia (Indonesian official reserve assets) merupakan hak milik (aset) eksternal yang dapat langsung tersedia bagi dan berada di bawah kendali Bank Sentral (Bank Indonesia) selaku otoritas moneter; yang dcadangkan dalam membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran (defisit), melakukan intervensi di pasar agar nilai tukar stabil, dan beberapa tujuan lain demi ketahanan perekonomian dan nilai tukar serta sebagai bantalan terhadap kewajiban bersih Indonesia. 

Cadev disimpan dalam berbagai mata uang asing (valas = valuta asing; tunai ataupun surat berharga), cadangan wajib dan Special Drawing Right (SDR) di IMF (International Monetary Fund), cadangan emas (kurang lebih 3% dari cadev), dan berbagai bentuk instrumen keuangan (Lihat : Indonesia International Reserves and Foreign Currency Liquidity). Posisi cadev Indonesia per 31 Maret 2016 sebesar USD 107.543 Juta.

Untuk besaran nilai, share cadev China sekitar 25% dari seluruh cadev global, meperti pada Peraga-1 di bawah ini.

 

forex-reserve-global-57201b1fa0afbd2705301eb5.jpg

Peraga-1 : Forex Reserve by Country 

Sumber Informasi : CIA - World Fact Book (Status Akhir Februari 2016). Jumlah cadev global USD 12.800 Miliar. Secara akumulasi, 22 negara secara berurutan akumulasi cadevnya mewakili sekitar 80% jumlah global.

Dari cadev yang dimiliki, China secara langsung memegang US Treasury Securities (status akhir February 2016) sebesar USD 1.252 Miliar. (Lihat : US Treasury Securities Foreign Holders; Indonesia juga memegang US Treasury Securities sejumlah USD 19,3 Miliar). Sebagai gambaran, jumlah kepemilikan asing atas US Treasury Securities USD 6.200 Miliar, merupakan 33,4 %  dari keseluruhan; dan share China sekitar 20%. Apakah dengan jumlah cadev besar menjamin ketahanan dan stabilitas perekonomian ?

Transformasi China dan Krisis Global

Walaupun memiliki cadev dalam jumlah besar, perekonomian China menyimpan masalah. Dalam komposisi PDB (Produk Domestik Bruto), belanja konsumsi rendah sementara tingkat investasi tidak stabil; pertumbuhan sangat bergantung ekspor sementara kondisi global dalam tekanan. Upaya perubahan untuk meningkatkan belanja konsumsi belum menunjukkan hasil sementara untuk meningkatkan pertumbuhan investasi terus didorong dengan ekspansi kredit. (Lihat : Paul Krugman - The 8 A.M. Call). Demi mempertahankan nilai tukar mata uang, China harus melakukan intervensi; sementara pertumbuhan yang terus turun menyebabkan keluarnya modal (Capital Flight) dari China. (Lihat : China's Incompatible Goals). 

Dengan posisi China sebagai pasar terbesar kedua, penurunan pertumbuhan ini berdampak pada negara mitra dagang.  Kondisi ini lantas membuat IMF merevisi prediksi pertumbuhan global dan memberi warning jika kondisi China terus menurun akan memicu krisis finansial. (Lihat : IMF warns of fresh financial crisis).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline