Lihat ke Halaman Asli

ARIF NURROKHIM

Mahasiswa_Prodi D-IV Instrumentasi MKG_STMKG Jakarta

Peralatan Meteorologi dan Klimatologi Automatic Weather Stasiun (AWS)

Diperbarui: 19 April 2021   08:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Sensor -- Sensor pada Automatic Weather Station (AWS)

Sensor Suhu

Menggunakan sensor Platinum Resistance Thermometer (PRT) logam karena logam tersebut akan bertambah besar hambatannya terhadap arus listrik jika panasnya bertambah. Jika suhu bertambah, electron akan bergetar dan getarannya semakin besar seiring dengan naiknya suhu.

Sensor Kelembaban

Menggunakan sensor kapasitor tipis. Sinyal dari sensor kemudian diubah menjadi dua keluaran sinyal voltase.

Sensor Tekanan

Menggunakan sensor yang terdiri dari dua lapisan silicon kristal tunggal yang mempunyai lapisan kaca sebagai pembatas. Film metal tipis tempat penyimpanan muatan untuk membentuk elektroda kapasitor di dalam ruang hampa.

Sensor Kecepatan Angin

Prinsip kerjanya berdasarkan perputaran Cup yang mampu menghasilkan gelombang listrik yang berupa sinyal pulsa yang mempunyai hubungan linear dengan kecepatan angin. Kanal penghitung pulsa data logger mengukur sinyal frekuensi AC dan mengubahnya menjadi satuan kecepatan (mph, m/s, knots).

Sensor Arah Angin

Merupakan indikator arah angin yang sensitive yang memberikan output pulsa. Elemen sensor yang digunakan adalah vane aluminium. Setiap vane aluminium tersebut menggerakkan potensiometer. Pergerakan potensiometer menyebabkan perubahan resistansi. Osilator yang mengubah input tegangan yang berasal dari perubahan resistansi potensiometer menjadi output frekuensi atau pulsa.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline