Lihat ke Halaman Asli

Zohri Berprestasi, Pemerintah Dicaci, Bangsa Lain Memuji

Diperbarui: 16 Juli 2018   18:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: Tribunnews.com

Hingar bingar, suka cita menyambut semi final piala dunia yang tengah berlangsung di Rusia sempat hanyut dilumat oleh derasnya pemberitaan tentang Lalu Muhammad Zohri yang sukses mengukir prestasi di Kejuaraan Dunia Atletlik U-20 (di bawah usia 20 tahun) di Finlandia, Rabu (11/07).

Zohri sukses mengamankan medali emas dari 7 peserta yang berasal dari beberapa negara yang ada di dunia yakni Amerika, Swedia, Jepang, Jamaika, Inggris. Ia mencatat waktu 10,18 detik untuk lari 100 meter.

Segenap masyarakat Indonesia sejenak melupakan Piala Dunia, mereka menghiasi sosial medianya dengan pemberitaaan Zohri yang mereka comot dari situs resmi bahkan isu yang mereka buat sendiri.

Sadisnya lagi, mereka yang sangat antusias membuat Zohri sebagai bahan gonjang-ganjing mencoba membuat analis sendiri dengan cara mendadak menjadi pemerhati gerak-gerik Zohri setelah ia mengukir prestasi. Mereka memotong video yang ada di youtube saat Zohri tengah melakukan selebrasi atas kemenangannya.

Entah jin apa yang merasuki mereka secara massal, sehingga mereka bisa kompak melakukannya. Hasilnya, semua orang Indonesia itu sepakat menjatuhkan pemerintah Indonesia.

Dikatanya, Zohri sebelumnya tak di dampingilah, diabaikanlah, dan banyak lagi komentar yang sentimentilnya ke pemerintah terlalu besar.

Mulai dari bendera, memang dalam video, saat Zohri memenangkan perlombaan, bendera Indonesia memang tak langsung menyambutnya di garis finish, beda dengan penantangnya dari Amerika yang berhasil merebut posisi, kedua dan ketiga,  dimana keduanya bisa langsung mencium bendera negaranya.

Wajah bahagia dilepaskan Zohri saat itu, jelas dia sangat senang bisa menang, sambil menunggu pendampingnya datang membawa sangsaka merah putih, Zohri tetap melakukan selebrasi dengan cara tetap berlari hingga sujud syukur. Ia pun sempat berfoto bersama dua orang atlet yang tak lebih hebat darinya, dan memang waktu itu benderanya memang belum datang.

Pada akhirnya saat hendak di wawancara bendera yang ditunggu akhirnya datang juga. Dengan bangga ia langsung menaruh bendera tersebut di pundaknya, seakan ia menegaskan bahwa dia yang telah menjadi juara adalah anak Indonesia.

Namun sayangnya, mereka warganet terlalu sentimentil dengan pemerintah, pintarnya sangat berlebihan, analisis mereka seakan mengencingi tanah air mereka sendiri.

Mereka kompak menuding pemerintah sama sekali tidak menaruh perhatian kepada Zohri sebelum dia memenangkan perlombaan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline