Lihat ke Halaman Asli

Musikal Lutung Kasarung: Cerita Rakyat Bertaraf Internasional

Diperbarui: 25 Juni 2015   21:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Karier. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

[caption id="attachment_152037" align="aligncenter" width="640" caption="Para punggawa Musikalukas"][/caption]

Musikal Lutung Kasarung yang biasa disingkat Musikalukas dan bisa ditemui di dunia Twitter @musikalukas adalah sebuah pagelaran akbar yang digelar di penghujung tahun 2011 ini. Bagi yang belum tahu, Musikalukas adalah teater Musikal Lutung Kasarung yang digagas oleh wakil gubernur Jawa Barat yang jago beladiri, Dede Yusuf, dan disutradarai langsung oleh Didi "Emon" Petet yang kualitasnya sudah tidak usah diragukan lagi.

Teater Musikalukas yang berlangsung sejak tanggal 27 kemarin hingga tanggal 1 nanti dimeriahkan juga oleh dua artis ibukota yaitu Laudya Cynthia Bella dan Chicco Jerikho yang memang pacaran di dunia nyata (apa hubungannya?). Beruntung saya hadir di acara pembukaan teater Musikalukas ini, hingga akhirnya bisa menuliskan apa saja yang terjadi ketika pertunjukan tersebut berlangsung.

Dimulai jam setengah delapan malam waktu daerah Sabuga Bandung, ternyata parkiran Sabuga sudah mulai padat, beruntung saya datang dari jam setengah enam. Seperti biasa para mojang jajaka Bandung yang super "bening" sudah mondar-mandir di selasar Sabuga menanti hadirnya orang-orang penting yang salah satunya adalah Dede Yusuf beserta istrinya yang langsung dikerubungi para wartawan untuk diwawancara, sayangnya hari itu, saya sedang tidak mood untuk mewawancara siapapun (gak ada yang nanya!).

[caption id="attachment_152041" align="aligncenter" width="300" caption="Suasana di luar aula Sabuga, masih sepi, soalnya saya datang paling pertama :P"][/caption] [caption id="attachment_152038" align="aligncenter" width="300" caption="Berfoto dulu lah sebentar"][/caption] [caption id="attachment_152039" align="aligncenter" width="300" caption="Prasasti Kawali"][/caption] [caption id="attachment_152040" align="aligncenter" width="300" caption="Naskah "][/caption]

Ada Dede Yusuf, pastinya ada artis lain juga, terhitung ada Melly Goeslaw yang memakai high heel super tinggi, kemudian Titiek Puspa dan terakhir Eko Patrio yang entah mewakili lembaga pemerintahan atau lembaga keartisan (apa sih?!). Sebelum pertunjukan dimulai kita bisa jalan-jalan melihat-lihat stand apa saja yang ada di selasar Sabuga selain backdrop besar Musikalukas yang dipakai para pengunjung untuk berfoto bersama, stand makanan hingga stand jualan lengkap ada disini.

Tidak lupa beberapa benda replika properti dari pertunjukan Musikalukas turut menghiasi selasar Sabuga malam itu, "action figure" Purbasari yang berukuran besar dengan alat tenunnya, naskah pertanian, batu prasasti kawali hingga alat-alat bercocok tanam rakyat Pasir Batang di legenda Lutung Kasarung, semua dipajang manis disini.

Pintu sudah dibuka, saya pun memasuki aula Sabuga yang sudah bersuhu dingin di malam yang dingin itu, mendapatkan posisi duduk di bagian atas kiri panggung, sudah cukup lumayan bagi jarak pandang saya untuk menyaksikan teater Musikalukas ini, sayang sekali jarak pandang lensa kamera SLR pinjaman yang saya pakai tidak cukup menangkap lebih dekat semua aksi yang ada di atas panggung. Karena itu jangan protes kalau foto yang saya tampilkan disini terlihat tidak begitu "besar" toh saya malas turun kebawah untuk berfoto, lagipula berfoto dilarang kecuali wartawan, dan jika mau berfoto pun tidak boleh menggunakan blitz!

No problem, show must goes on (harusnya panitia yang bilang gini), pertunjukan dimulai diawali dengan dua narator yang dimainkan oleh dua orang, yaitu satu wanita, yang ternyata adalah Laudya Cynthia Bella yang saya baru sadar di akhir pertunjukan, dan satu pria yang berpostur super tinggi karena memakai enggrang yang biasa disebut "lengser".

Kedua narator menceritakan secara singkat apa yang terjadi di kerajaan Pasir Batang yang secara ringkasnya adalah hadirnya Purbararang menjadi momok paling menakutkan bagi rakyat Pasir Batang yang lebih mengidamkan Purbasari, yang tidak lain adalah adik dari Purbararang untuk memimpin kerajaan Pasir Batang. Sehingga tidak tunggu waktu lama sampai Purbararang mengusir Purbasari dari kerajaan dan bertemu dengan Lutung Kasarung seekor "kera sakti" yang bisa bicara dan mengalahkan banteng dengan buntutnya sendiri.

[caption id="attachment_152043" align="aligncenter" width="300" caption="Purbasari yang sedang bercermin ditemani Inang"][/caption] [caption id="attachment_152044" align="aligncenter" width="300" caption="Lutung Kasarung yang mengobrak-abrik ruangan Purbararang"][/caption]

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline