Lihat ke Halaman Asli

Arfiani Nur Sayidah

Mahasiswa Universitas Jember

KKN Kolaboratif Kelompok 221 Desa Panduman: Intip Pembuatan Lampu Hias dari Paralon dan Pembuatan Phyrography

Diperbarui: 25 Agustus 2022   17:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok Pribadi

INTIP PEMBUATAN LAMPU HIAS DARI PARALON DAN PEMBUATAN PHYROGRAPHY


Kunjungan UMKM di Desa Panduman,  Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember oleh kelompok KKN Kolaborasi 221 yang terdiri dari 4 mahasiswa Universitas Jember, 3 mahasiswa Universitas Muhammadiyah, dan 2 mahasiswa Universitas dr. Soebandi. Potensi UMKM yang dikunjungi oleh kelompok KKN Kolaborasi 221 adalah UMKM yang memproduksi lampu hias serta pembuatan phyrography.

Banyak masyarakat yang masih terasa asing dengan istilah phyrography. Lalu, phyrography itu apa, sih? Phyrography merupakan keunikan dari sebuah seni dikarenakan proses pembuatannya memang sangat jarang kita jumpai karena pada khalayak umum melukis menggunakan media canvas. 

Namun, pada phyrography menggunakan media kayu dengan menggunakan alat pemanas listrik untuk menggosongkan area di lapisan kayu yang kemudian dibuat bentuk lukisan yang diinginkan. Selainitu, lampu hias yang diproduksi oleh UMKM tersebut juga jarang ditemukan karena masih sedikit yang memproduksi lampu hias menggunakan paralon.

Bisnis inilah yang digeluti oleh salah satu masyarakat di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, yaitu Bapak Rudy. Berawal dari mengikuti pelatihan korbanter-PHK, yaitu pelatihan membatik 4 tahun sebelum adanya Pandemi COVID-19 dengan modal "nekat" dikarenakan pengalaman Pak Rudy yang sebelumnya bekerja pada perusahaan satelit. 

Namun, Pak Rudy tidak melanjutkan batik tersebut dikarenakan masyarakat panduman yang mayoritas bermata pencaharian petani/buruh tanisehingga pak Rudy tidak mampu mengelola tenaga kerja.

Tidak kenal kata menyerah, pak Rudy mencoba keuntungan baru yakni dengan membentuk kelompok usaha bersama dengan membuat ban bekas manjadi sofa. Namun, dikarenakan cost produksidari sofa tersebut yang berbeda tipis dengan keuntungan yang diperoleh bisnis tersebut tidak dilanjutkan lagi. 

Akhirnya, Pak Rudy mencoba keuntungan dilain bidang yakni mengukir halus paralon menjadi lampu hias yang unik. Untuk memikat para turis yang menyukai bahan yang tidak terdapat kandungan kimia, akhirnya Pak Rudy mencoba menambah bisnis baru yakni bisnis pyrography yang menggunakan bahan dasar kayu.

Dok Pribadi

Ukiran yang dihasilkan oleh Pak Rudy untuk lampu hias adalah antara lain bentuk sketsa wajah, bunga, sketsa wajah yang sudah di pesan sebelumnya oleh pelanggan, sedangkan untuk bisnis pyrography produk yang dihasilkan seperti papan rumah, souvenir pernikahan, sketsa wajah, tulisan nama, dan inisial nama, bahkan jika ingin mengabadikan nama pacar juga bisa, lho! Harga yang dibandrol dari produk tersebut dimulai dari Rp5.000. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline