Lihat ke Halaman Asli

Annisa Noviantri

Warga Negara Indonesia

Semua Orang Bisa Menjadi Humas

Diperbarui: 6 Agustus 2022   18:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Worklife. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Bagi sebagian orang bekerja sebagai seorang humas adalah pekerjaan yang menyenangkan, dapat bertemu dengan banyak orang, melakukan berbagai aktivitas, bepergian, mendokumentasikan kegiatan sampai melakukan publikasi.


Melihat perkembangan dunia media sosial yang semakin tak terkendali dengan segala konten positif dan negatifnya terhadap instansi pemerintah, membuat tugas dari bagian humas di instansi pemerintah akan semakin menantang. Bukan hanya mendapatkan berita positif yang membanggakan instansi, tetapi juga berita negatif yang bila tidak segera di klarifikasi akan berdampak pada citra instansi.


Begitu juga seorang humas Basarnas. Bekerja di instansi yang mempunyai tugas pokok sedikit ekstrim yakni berjibaku dengan kecelakaan ataupun bencana, belum lagi dihadapkan dengan korban jiwa tentu harus bekerja dengan ekstra. "Disaat orang lain menjauhi kecelakaan dan bencana, Basarnas justru mendatanginya". Slogan itu juga berlaku tidak hanya untuk rescuer namun juga untuk humas Basarnas.


Untuk mendapatkan keakuratan data yang cepat serta dokumentasi yang dinantikan oleh masyarakat, humas Basarnas harus terjun langsung ke lokasi bencana, kondisi membahayakan manusia, ataupun kecelakaan. Tidak hanya itu humas Basarnas pun harus bisa mengemas berita atau informasi terbaru kepada masyarakat yang nantinya berpengaruh terhadap citra positif instansi.


Kecepatan jari masyarakat untuk memviralkan sesuatu di media sosial saat ini sangatlah cepat. Tantangan yang semakin kompleks ini tentunya membuat semakin berat bagi seorang humas Basarnas bila tidak diimbangi dan didukung oleh pimpinan serta rekan kerjanya.


Jika kita tarik ke belakang, baik buruknya citra pemerintah itu bukan semata-mata tergantung oleh seorang humas, melainkan oleh seluruh ASN yang berada di dalamnya. Akan terlihat percuma bila seorang humas telah berusaha melakukan pencitraan yang positif untuk instansinya, namun tingkah laku ASN di masyarakat umum dinilai negatif.


Sebagai abdi negara yang bertugas dibidang kemanusiaan tidaklah mudah. Seringkali saat melaksanakan tugas, diliputi rasa lelah. Hal itu tentunya harus dijaga, jangan sampai nantinya justru bersikap yang tidak baik. Begitu juga saat menghadapi keluarga korban yang sedang berduka, biasanya mereka cenderung meluapkan emosi kepada petugas yang mencari keluarganya.


Sebagai seorang humas ataupun rescuer kita harus bisa menghadapi dengan kepala dingin, menenangkan mereka yang sedang berduka, dan tidak terbawa emosi. Hal tersebut dilakukan tentunya untuk menjaga citra positif dari seragam yang digunakan. Ya tidak hanya tugas seorang humas yang melakukan publikasi tetapi tingkah laku pegawai ataupun pimpinan lainnya akan menjadi sorotan dan penilaian citra Basarnas.


Ada pepatah mengatakan "karena nila setitik rusak susu sebelanga" Itulah ungkapan yang tepat jika seorang humas sudah menjaga nama baik instansi namun ada pihak lain yang justru bersikap arogan. Untuk itu semua bisa menjadi humas karena kita semua harus menjaga nama baik dimana tempat kita bekerja. Selelah apapun kita, tetaplah harus bersikap baik.


Saat seorang rescuer dalam kondisi lelah dan beristirahat, masyarakat tidak mengetahuinya dan mereka tidak mau tahu. Disaat beristirahat justru masyarakat berfikir bahwa pegawai Basarnas tersebut tidaklah bekerja, sehingga muncul berita yang viral tanpa diketahui kebenarannya. Untuk itu penting bagi semua baik pegawai maupun pimpinan menjaga citra positif, bukan pencitraan agar terlihat baik.


Tidak hanya saat di lapangan, humas Basarnas pun harus bersikap netral dan tidak mudah terpancing emosi saat menanggapi netizen di media sosial. Dengan banyak platform media sosial saat ini tentunya seorang admin media sosial harus tanggap, tepat, dan cepat dalam menjawab pertanyaan netizen. Terutama saat dihadapkan dengan pelaksanaan operasi SAR, tidak sedikit netizen yang tentunya akan berkomentar miring terhadap kinerja rescuer. Dengan terjun langsung ke lokasi operasi SAR tentunya humas Basarnas mengetahui proses pencarian yang dilakukan oleh tim rescuer.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline