Lihat ke Halaman Asli

Anif Asmaudin

Kepala SDN 2 Kedungcino, Jepara

Kolaborasi Guru dengan Komite Kelas, Wujudkan Pembelajaran yang Berpihak pada Murid

Diperbarui: 10 November 2023   23:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Menulis Praktik Baik (Best Practice) 

Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) 

Mewujudkan Pembelajaran yang Berpihak pada Murid melalui Kolaborasi Guru dengan Komite Kelas


Situasi

Penerapan program Merdeka Belajar di sekolah dasar (SD) menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pendekatan ini menuntut kepala sekolah untuk menunjukkan profesionalisme dalam memimpin proses pembelajaran, guru sebagai aktor utama dalam memimpin kegiatan pembelajaran di kelas, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, khususnya orang tua siswa.

Salah satu sumber daya berharga bagi sekolah adalah orang tua murid yang aktif. Mereka dapat berperan penting dalam mencapai tujuan program-program sekolah, namun juga menjadi tantangan bagi sekolah untuk mendorong partisipasi mereka. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk menciptakan sinergi yang kuat dalam mewujudkan program Merdeka Belajar dan memberikan pembelajaran yang terfokus pada kebutuhan siswa.

Setelah melakukan pengamatan sebagai kepala sekolah, penulis menemukan kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran. Melalui identifikasi, penulis menemukan latar belakang masalah yang menjadi akar permasalahan, diantaranya adalah:

  • Motivasi guru untuk mengaktifkan partisipasi orang tua masih rendah.

  • Kurangnya partisipasi orang tua karena minimnya komunikasi yang efektif.

  • Sosialisasi terhadap peran dan fungsi Komite Sekolah masih kurang.

  • Banyak orang tua yang belum memahami peran mereka dalam mendukung pembelajaran.

  • Terbatasnya sumber daya dan dana untuk memenuhi fasilitas dan program sekolah.

  • Tidak adanya mekanisme pengelolaan yang efektif.

  • Padatnya kegiatan sekolah, kurangnya alokasi waktu dan personil untuk menyelenggarakan kegiatan inovatif yang dapat meningkatkan partisipasi orang tua.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline