Lihat ke Halaman Asli

Meraung dalam Kesunyian

Diperbarui: 18 November 2019   20:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Novel Ilalang Tanah Gersang || Dokpri

Meraung dalam Sunyi

Oleh: Rafael L Pura

Fakta fiksi Ilalang Tanah Gersang, karya Ambuga Lamawuran

Judul: Ilalang Tanah Gersang

Karya: Kopong Bunga Lamawuran

Penerbit: Penerbit Kuncup

Halaman: xvi + 266

Dunia sastra, karena berhubungan dengan manusia di dalamnya, meminjam istilah Maman S. Mahayana, maka ia adalah produk pengarang yang hidup di lingkungan sosial. Dengan begitu, karya sastra merupakan dunia imajinatif pengarang yang selalu terkait dengan kehidupan sosial.

Mencermati setiap Karya Ambuga, sebagai seorang pengarang, juga sebagai bagian dari sebuah komunitas masyarakat, ia dilahirkan, dibesarkan dan memperoleh pendidikan di tengah-tengah kehidupan sosial.

Oleh karena itu, ia juga, secara sadar atau tidak telah menjalankan perannya sebagai anggota masyarakat sejak lahir, dan tentu saja berpengaruh kepada kiblat perjuangan kepangaranganya, tentang apa saja, ketidak adilan sosial, politik, hukum, pendidikan; yang dilihatnya, mungkin juga dirasakannya.

Namun semua ketidakadilan itu, tidak ia suarakan dengan protes keras, unjuk rasa di jalanan atau menyampaikan mosi tidak percaya kepada sasaran tembaknya, Ia memilih jalan sunyi dan meraung di dalammnya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline