Lihat ke Halaman Asli

Achsinul Arfin

Suka membaca dan menulis

Fluktuasi BBM dan Persiapan Menuju Emisi Nol

Diperbarui: 6 Januari 2023   04:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: kompas.com

Kemarin, tepat pada tanggal 3  Januari 2023  pemerintah menerapkan tarif baru mengenai harga BBM, ada perubahan dibandingkan harga yang sebelumnya,  misalkan, pertamax yang sebelumnya pada kisaran harga  Rp13.900, kini berubah menjadi Rp12.800.

Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah mengkaji keputusan mengenai harga BBM yang berada tingkat nasional internasional.

Penurunan harga tersebut merupakan kabar baik bagi para pemakai BBM jenis pertamax,  selain itu ada pula harga yang turun, di antaranya harga Pertamax Turbo menjadi Rp 14.050 per liter, Dexlite Rp 16.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp 16.750 per liter.

Memang harga Pertamax Turbo, Dexlite Pertamina Dex selalu fluktuatif bisa naik dan juga bisa turun, sehingga orang-orang pun bisa membeli dengan harga lebih mahal ataupun lebih murah dibanding harga pada bulan sebelumnya. 

Dengan turunnya harga BBM nonsubsidi, kebijakan tersebut lebih menguntungkan kalangan menengah ke atas, yang mana para penggunanya tersebut lebih memilih menggunakan pertamax  daripada pertalite.

Di lain pihak penurunan harga tersebut bisa jadi penjual eceran yang ada di toko-toko kelontong akan berkurang pelanggannya karena orang-orang  lebih nyaman membeli pertamax daripada di toko karena hanya selisih delapan ratus rupiah saja, apabila dipertimbangkan membeli pertamax lebih baik daripada mengantri pertalite yang penggunaannya lebih banyak, bahkan untuk membeli 1 liter pertalite di SPBU bisa menghabiskan waktu 30 sampai 45 menit apabila kondisi sedang ramai,  sebab regulasi pembeliannya yang harus memasukkan nomor plat motor ke sebuah mesin yang ada di SPBU.

***

Bahan Bakar Minyak merupakan suatu yang krusial bagi masyarakat, karena setiap mobilisasi pasti memerlukannya, entah jarak jauh maupun jarak dekat, misalkan saja tidak mungkin orang hanya menggunakan sepeda onthel untuk mengantarkan sayuran.

Bisa dibayangkan sendiri apabila kendaraan tersebut menggunakan tenaga manual yang berupa hewan atau manusia, tentunya pekerjaan akan menjadi lebih lamban.

Akan tetapi yang membuat saya bertanya-tanya, apakah ada kemungkinan kalau BBM bersubsidi akan turun harganya, mengingat pemerintah sudah menetapkan harga Rp10.000/liter untuk pertalite dalam dan Rp6.800/liter untuk solar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline