Lihat ke Halaman Asli

Sayyid Jumianto

Menjadi orang biasa yang menulis

Ice Crime (03) Kejahatan Corporation Butuh Tenaga untuk Diungkap

Diperbarui: 2 Desember 2021   19:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hukum. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Ice Crime (03) Kejahatan corporation membutuhkan tenaga untuk diungkap

Sayyid jumianto

Sungguh tulisan ini saya coba untuk hadirkan sebuah kesadaran publik tentang kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala krida Jogja

Sebagai contoh yang saya anggap kasus besar yang ditangani KPK untuk wilayah hukum di Jogja sini.

Dugaan korupsi yang diduga juga terungkap kongkalingkong pejabat dinas dikpora sebagai pejabat pembuat komitmen dan pihak swasta pemenang tender pembangunan stadion Mandala krida Jogja ini.

Dugaan perselingkuhan pejabat negara dan pihak swasta  dan beranak korupsi inilah yang sekarang tampaknya belum menemukan titik terang walaupun jelas berapa kerugian negara atas kasus ini KPK belum juga menetapkan siapa yang jadi tersangka atas kasus besar di Jogja ini.

Betapa berbelitnya sebuah kasus terjadi setelah diungkap di sini tampaknya OTTlah yang harus diutamakan untuk shock therapy juga untuk membuat jera dan contoh penegakkan hukum yang sedikit keras bisa dijalankan.

Angel-angel (jawa) Sulit kata orang bila didalamnya ada pejabat yang terlibat untuk mengungkapnya ke ranah hukum saat ini.

Walau sudah banyak pejabat negara di OTT tetapi banyak juga yang belum sadar akan kelakuan korupsi seperti ini.

Akhir tahun ini sudah banyak "celengan," kasus kejahatan perselingkungan pejabat dengan pihak swasta apalagi akhir tahun ini waspada "penghabisan anggaran ",sangat jadu harus dikontrol lebih intens oleh pihak berwenang karena inilah "penyamun"f anggaran tutup tahun sebagai ajang bermainnya.

Sungguh seorang pemimpin harus adil untuk upayakan proyek yang berguna bagi semuanya dan harus bijak untuk memutuskan sebuah kontrak pembangunan dengan sistem lelang yang transparan dan tidak memenangkan "konco dewe".

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline