Lihat ke Halaman Asli

Alip Yog Kunandar

TERVERIFIKASI

Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Stalin: (87) Memandang Dunia

Diperbarui: 23 Februari 2021   22:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: Alip Yog Kunandar

Episode Awal: (1) Soso

Episode Sebelumnya: (86) Renungan dalam Kereta

*****

Poti yang dikunjungi Soso sekitar enam bulan sebelumnya, sangat berbeda dengan Poti yang ia temui saat ini. Pertama kali ke situ, setelah melakukan perjalanan dari Batumi, kota kecil itu diselimuti oleh salju. Hanya hamparan putih salju yang terlihat, menutupi gedung dan bangunan-bangunan, juga tetamanan.

Sekarang, ia tiba menjelang mulainya musim panas. Gedung-gedung terlihat jelas warna aslinya, pepohonan menghijau menampakkan daun-daunnya, beberapa jenis bunga juga terlihat. Benar-benar berbeda, indah dan sedap dipandang mata. Bahkan dari stasiun, sebelum ia turun dari kereta yang berhenti di situ --karena merupakan stasiun terakhir---ia bisa melihat Laut Hitam yang membiru, tak hitam seperti namanya.

Ia tiba pagi hari. Hampir sehari semalam di atas kereta. Badannya terasa letih, kantuk juga sangat kuat. Baru kali itu ia melakukan perjalanan sangat jauh dalam sekali jalan. Perutnya terasa keroncongan, terakhir diisi saat kereta berhenti cukup lama di stasiun Zestaphoni, itupun tak seberapa, hanya sepotong roti yang sudah agak keras, dibeli tengah malam pada penjual dekat stasiun.

Ia bimbang, antara langsung menuju kantor walikota untuk menemui Tuan Niko Nikoladze, dengan kemungkinan bisa mendapatkan sarapan, tapi tak bisa langsung istirahat, atau mencari sarapan dulu sambil mencari tempat untuk bisa beristirahat. Nanti kalau badannya sudah enakan, barulah ia menemui Tuan Nikoladze.

Karena kantuknya sudah tak tertahankan, Soso memutuskan untuk tidak langsung ke kantor walikota. Ia berjalan kaki menuju penginapan yang ditempatinya pada hari terakhir di Poti dulu, penginapan gratis karena ditanggung oleh Tuan Nikoladze. "Tak apalah aku keluar duit sedikit untuk sarapan dan beristirahat dulu..." pikirnya.

Kamar yang dulu ditempati Soso ternyata harganya lumayan mahal, 4,5 rubel. Pantesan nyaman banget. Untungnya, penginapan itu juga memiliki kamar murah, 1 rubel lebih termasuk sarapan. Soso mengambil yang itu. Ia langsung masuk ke kamarnya, kecil, tapi cukup lah untuk beristirahat. Sarapan paginya pun langsung diantarkan karena sudah hampir habis waktunya.

Tapi saking capeknya, setelah menghabiskan sarapan, Soso langsung tertidur lelap. Dan ia bangun sudah lewat tengah hari, nyaris sore sebetulnya. Kepalanya masih terasa pusing, badannya bener-bener belum fit untuk meninggalkan tempat itu. Ia juga khawatir Tuan Nikoladze tak ada di tempatnya atau sudah pulang, dan ia harus kembali lagi ke situ.

Akhirnya, Soso memilih untuk meneruskan istirahatnya. Kamar itu sudah disewanya untuk semalam, tak ada salahnya ia memanfaatkannya untuk bener-bener memulihkan badannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline