Lihat ke Halaman Asli

Ali Musri Syam

Belajar Menulis

Puisi | Perindu Rahasia

Diperbarui: 16 Maret 2022   08:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi Perindu Rahasia / Dokpri @ams99 By. Text Art 

Puisi : Perindu Rahasia

Seperti hujan selalu dirindukan para petani,
Pada musim setelah tanam.
Demikian juga para perindu,
Begitu gigih menanti rinainya.

Seperti itulah Aku
Menjadi petani sekaligus perindu
Bagi dirimu yang penuh gerimis

Ada yang merindukan kemarau
Sebab ia menunggu pohon-pohon kehausan
Hingga daun-daunnya berguguran
Mencium tanah-tanah kering

Adalah akar-akar pokok dalam tanah
Hendak menghisap aroma dedaunan; menjelma humus
Lalu diserap sekujur tubuh pohon itu
Hingga muncul kuncup-kuncup baru
Bertunas, lalu rindang kembali

Seperti itulah Aku
Menjelma akar tak terlihat
Sebab rindu adalah pengabdian rahasia

Penajam Paser Utara, 14 Maret 2022
Ali Musri Syam Puang Antong

Puisi Sebelumnya: Sajakmu Menjelma Gerimis di Mataku

https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/622ed87cbb448649e443b902/puisi-sajakmu-menjelma-gerimis-di-mataku

Puisi Pilihan: Menunggu Kau Kembali

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline