Lihat ke Halaman Asli

Mudzakkir Abidin

Seorang guru yang suka menulis

Berkah Pandemi: Kuliah Online

Diperbarui: 17 Juli 2022   05:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

DokPri


Obrolan warkop bukan semata didominasi oleh pembicaraan yang tak berguna. Terkadang banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Tergantung dengan siapa Anda mengobrol.

Jumat pagi kemarin, saya nongkrong bersama beberapa orang teman. Rata-rata mereka sedang menempuh pendidikan strata dua dan tiga.

Menurut mereka, pandemi covid 19 ini tidak melulu membawa musibah, tapi juga membawa berkah (setidaknya) buat mereka. Apa itu? Kuliah tanpa hadir di kelas alias kuliah online atau kuliah daring. Itu sangat memudahkan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan. Apalagi katanya waktunya hanya dua hari dalam sepekan yang biasanya hanya di hari libur pekanan yakni Sabtu dan Minggu.

Salah seorang teman bilang : "dengan kesibukan saya, hampir tak mungkin melanjutkan pendidikan jika saja pembelajaran mengharuskan hadir di kampus..."

Ia mensyukuri proses pembelajaran yang tak perlu datang ke kampus, di mana saja ia bisa belajar. 

Di kamar, di masjid, di kantor, bahkan terkadang di mobil. Ia tinggal menyalakan aplikasi ruang belajar  seperti zoom atau google meeting lalu menyetir. Tapi terkadang dosen tidak menolerir belajar di sambil menyetir, itu berbahaya katanya.

Lanjut cerita, banyak kejadian unik saat belajar online itu. Ada temannya yang mencoba mengecoh dosen dengan mematikan video dan suaranya, lalu pergi tidur. 

Ada pula hanya menyalakan suara dosen yang sedang berbicara sementara ia sibuk bekerja. Dan yang paling jahil katanya ada temannya yang kelihatan menyimak meeting padahal yang ada dalam video itu adalah hasil rekaman dirinya.

Saya sempat bertanya "apakah nanti tidak ada pembelajaran offlinenya?" Mereka menjawab bahwa dalam pendaftaran ada pilihan. Belajar luring (tatap muka di kelas) sebagian dan daring (online) sebagian lagi atau ada yang full online hingga wisuda pun lewat online saja. Mereka rata-rata memilih online saja.

Ada teman yang tinggalnya di Makassar, namun kuliahnya di Jakarta. Ada yang tinggal di daerah, tapi kampusnya di kota Makassar. Dan ironisnya, mereka tak pernah mengunjungi kampusnya meski sekali. Semua berkat fasilitas kuliah online.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline