Lihat ke Halaman Asli

Faisol

TERVERIFIKASI

Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Monumen Kematian, Peristiwa Berdarah 01 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan

Diperbarui: 4 Oktober 2022   16:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Patung Singo Edan, Menjadi Sejarah yang mencatat Peristiwa Kematian Para Suporter Aremania pada 01 Oktober 2022, Sumber : Kompas.com

"Pada suporter yang menamakan diri mereka sebagai Aremania menaburkan bunga didepan patung Singo Edan atas tragedi berdarah yang merenggut Ratusan nyawa sahabat dan kerabat mereka, Tentu peristiwa tersebut menjadi duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia" 

Seluruh pihak menyesalkan atas tragedi berdarah tersebut, sebab ratusan nyawa melayang dengan sia-sia. PSSI, FIFA, Menkopolhukam, Kapolri, Penyelenggara turnamen Arema FC Vs Persebaya, dan seluruh rakyat Indonesia berduka atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di stadion Kanjuruhan.

Sampai detik ini 131 orang dinyatakan meninggal dunia dan berkisar 300 orang mengalami luka ringan, sedang dan berat, sebagian sudah berada dirumahnya masing-masing.

Dua aparat keamanan pun turut menjadi korban peristiwa Kanjuruhan, sebuah peristiwa yang tidak biasa dalam perkembangan sepak bola Indonesia hingga memakan ratusan korban anak manusia kehilangan nyawanya.

Pasca tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan nyawa suporter Aremania, duka yang mendalam dirasakan betul oleh para suporter yang selamat dari amukan aparat dan gas Air mata, sehingga para Aremania menabur bunga di depan patung Singa atas duka dan tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan.

Menjadi Catatan Sejarah Managemen Terburuk pengelolaan Suporter Aremania di stadion Kanjuruhan 

Dalam sebuah pertandingan, Kalah dan menang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan, namun mengapa masih terjadi kerusuhan yang berakibat sangat fatal?

Bentuk-bentuk agresifisme dan tekanan aparat yang cenderung membabi buta, terhadap para suporter, membuat para suporter itu sendiri terpancing emosinya, namun langkah yang tidak tepat, ketika pra suporter yang ada di tribun harus mendapatkan dampak atas kerusuhan tersebut.

Tentu dalam sebuah peristiwa yang teramat besar itu, pastinya ada provokasi antar kedua belah pihak yang sengaja membuat situasi dan kondisi semakin cheos dan mencekam.

Fakta-fakta itulah yang kemudian saat ini masih terus diselidiki dan didalami, karena dugaan terjadi pelanggaran oleh para pihak, baik oleh pihak suporter yang turun lapangan meski sudah ada peluit panjang, pertanda usainya pertandingan, maupun bagi aparat keamanan yang cenderung membabi buta menembakkan gas air mata.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline