Lihat ke Halaman Asli

Faisol

TERVERIFIKASI

Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Bijak Menggunakan Media Sosial sebagai Sarana Aktualisasi Diri

Diperbarui: 5 Mei 2021   23:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto tangkapan layar FB/ Faisol

Begitu cepatnya pergerakan dan perubahan dalam kehidupan ini, dari waktu ke waktu, seakan bergerak laksana hembusan angin yang telah membawa perubahan baik dalam diri kita sebagai manusia biasa, maupun bagi keadaan lingkungan di sekitar kita.

Kisaran pada tahun 2005 sampai 2009, handpone genggam hanya 3 fitur saja yang sering digunakan, yakni SMS, calling, dan buat motret, itupun handphone yang sudah agak canggih, namun dikala itu handphone hanya dibuat untuk SMS dan calling saja, sementara untuk berselancar di internet harus ke warung internet menggunakan komputer, salah satu contoh di saat mau buat email harus bersusah payah ke internet, dan membuatnya di warung tersebut.

Pergeseran dan perubahan zaman pun terus terjadi, baru pada tahun 2009, mulailah saya membuat Facebook, sebagai sarana mencari teman di dunia Maya, walaupun pertemanan di kala itu adalah teman kita sehari-hari, hanya saja berteman untuk melihat profile dan keberadaan mereka.

Foto: Tangkapan layar Instagram/ Faisol

Baru kisaran pada tahun 2010, mulai merebak aplikasi Facebook, Twitter, yang kuncinya harus membuat email terlebih dahulu. Kala itu email masih populis dengan Yahoo, sementara untuk saat ini orang lebih banyak menggunakan Gmail yang merupakan akun yang mudah untuk handphone android.

Cepatnya pergeseran dan perubahan dalam hidup dan kehidupan ini, tentu membawa dampak yang berbeda- beda antara dunia Maya (medsos) dan kenyataan dalam hidup yang sesungguhnya. Apakah kita adalah orang yang berbeda dalam versi media sosial.? Maka jawabannya sangatlah bervariatif. Kenapa demikian? Karena masing-masing individu juga berbeda sesuai dengan kecenderungannya masing-masing.

Di era manusia hanya memakai hp yang jadul, teman yang jauh bisa dekat, tetapi hari ini, teman yang dekat terasa jauh, kenapa demikian, karena acapkali kita lupa dengan teman yang dekat, ketika sudah berselancar dengan dunia Maya (medsos).

Apakah kita adalah orang yang berbeda dengan media sosial yang ada? Hal ini sangat bergantung kepada kepribadian kita masing-masing, dimana kepribadian manusia secara umum bisa kita kategorikan ke dalam dua hal. Pertama apakah kepribadian kita introvert, atau kepribadian kita ekstrovert

Seorang introvert, lebih menikmati suasana sendiri dan lebih tertutup terhadap pihak luar. Di sisi lain, seseorang dengan kepribadian ekstrovert cenderung senang berbicara dan bergaul dengan dunia luar, karena itu mereka lebih terbuka terhadap orang lain.

Maka kenali kepribadian kita masing-masing, apakah tergolong introvert, atau ekstrovert. Kemungkinan besar menurut penulis kepribadian introvert lebih tertutup dan lebih suka dengan kesenangannya sendiri, dan kurang terbuka dengan dunia luar,.sehingga dunia medsos pun bisa menjadi sarana untuk bergaul dalam dunia Maya, tetapi bagi manusia golongan yang kedua, belumlah cukup hanya di medsos saja, mereka butuh berinteraksi dan bergaul dengan manusia yang satu dan yang lainnya.

Apakah kita adalah orang yang berbeda dengan media sosial? Hal ini lagi-lagi kembali kepada perspektif kita untuk menilainya. Apa tujuan dari bermedsos? Apa manfaatnya memiliki medsos? Seperti apakah dampaknya ketika kita bermain medsos, dengan tidak bermain medsos?

Pertanyaan mendasar diatas sangat erat kaitannya dengan dunia medsos, maka yang perlu kita perhatikan adalah bahwa bermedia sosial harus memiliki tujuan, walaupun tujuan dasar kita adalah iseng atau mencari hiburan semata, atau hanya untuk berteman dengan dunia yang berada di kejauhan sana. Tujuan dasar dari media sosial hakekatnya adalah menjalin rasa persaudaraan antar ummat manusia dari berbagai latar belakang, ras, suku, agama, maupun golongan yang berbeda untuk saling mengenal satu sama lain, dengan tetap menggunakan etika sopan santun yang merupakan budaya ketimuran. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline