Lihat ke Halaman Asli

agus siswanto

tak mungkin berlabuh jika dayung tak terkayuh.

Urusan Bendera

Diperbarui: 4 Agustus 2021   09:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: ambonews.com

Pagi itu Karyono sudah sibuk keluar dari garasi. Di tangannya ada tiang besi dengan bendera merah putih di atasnya. Dengan mantap, ditancapkannya tiang besi itu pada lobang yang tersedia. Sejenak dipandanginya bendera itu.

Saat pandangan matanya bergeser ke samping kiri, terkejut dibuatnya. Di depan rumah Pak Parjo tidak ada bendera sama sekali. Sementara di depan rumah-rumah yang lain, bendera telah berbaris rapi.

Tak lama kemudian Pak Parjo keluar membawa tas plastic berisi sampah dapur.

"Pak Parjo enggak pasang bendera, po?" tanya Karyono

"Enggak," jawab Pak Parjo pendek sambil memasukkan sampah itu de tempat sampah di depan rumah.

"Sejak kemarin?" selidik Karyono. Mulutnya yang melongo menunjukkan dia heran dengan apa yang dilakukan Pak Parjo. Padahal hari ini adalah hari ketiga kewajiban untuk memasang bendera, sesuai pengumuman Pak RT beberapa waktu yang lalu.

"Ya, emang kenapa?" jawab Pak Parjo dengan enteng.

"Sebagai warga negara yang baik, jangan begitu dong."  Karyono mulai menggurui. Rasa nasionalismenya bangkit melihat hal ini.

"Lho, apa cuma masang bendera thok tanda seorang warga negara yang baik," bantah Pak Parjo.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline