Lihat ke Halaman Asli

Agung Raharjo

Penulis bebas

Klub Motor: Silaturahmi, Prestasi, atau Arogansi?

Diperbarui: 29 Juli 2020   01:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Otomotif. Sumber ilustrasi: FREEPIK

Sepeda motor telah menahbiskan dirinya sebagai jenis kendaraan yang paling banyak digunakan masyarakat di Indonesia. Kondisi jalan yang akrab dengan kemacetan, ditambah mahalnya harga mobil, membuat semakin banyak orang memutuskan lebih memilih kendaraan roda dua sebagai alat transportasi utama. Ditambah lagi dengan pemilik mobil yang menambahkan kendaraan sebagai penunjang mobilitas kesehariannya menjadikan populasi kendaraan roda dua sangatlah luar biasa.

Badan Pusat Statistik (BPS) sempat merilis data terkait perkembangan jumlah kendaraan bermotor sampai 2018. Totalnya, per 2018 jumlah semua jenis kendaraan bermotor mencapai 146.858.759 unit dan sebanyak 120.101.047 unit adalah sepeda motor yang tercatat per 2018.

Sementara data terbaru yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 23 Januari 2020, hingga penghujung 2018 lalu, jumlah sepeda motor di Tanah Air mencapai 137,7 juta unit. Sedang data AISI mencatat pada 2019 ada 6,05 juta unit kuda besi terjual ke konsumen. Artinya secara keseluruhan, saat ini ada sekira 143,75 juta motor yang beredar di Indonesia.

Dengan populasi penduduk di Tanah Air pada Juli 2019 adalah 268 juta. Angka kepemilikan motor yang mencapai 143,75 juta menandakan, jumlah kendaraan roda dua yang ada sudah melebihi separuh dari jumlah penduduk Indonesia. Fantastis.

Semakin bertambahnya jumlah kendaraan ini secara ekonomi menunjukkan geliat industri yang cukup menjanjikan yang tentunya harus diiringi pula dengan meningkatnya kemampuan daya beli masyarakatnya.

Selain sebagai penunjang utama aktivitas para pengguna, kendaraan akhirnya berkembang menjadi status sosial, gaya hidup, dan citra yang ingin dibentuk. Maka akhirnya, muncul berbagai klub-klub motor di tanah air, baik yang didukung penuh oleh pihak ATPM maupun yang berdiri secara mandiri atas dasar kesamaan hobi.

klub motor selain sebagai wadah silaturahmi, tempat berbagi fikiran, berbagi pengalaman,  dan mungkin mencari pasangan, tumbuh seperti jamur di musim penghujan. Banyak klub yang dibentuk, mengaklamasikan diri untuk menunjukkan eksistensi.

Alasan pembentukanpun bisa bervariasi, bisa berdasarkan merek kendaraan, jenis kendaraan, bahkan mengusung konsep dan tematik tertentu. Keberadaan klub otomotif semakin terwadahi dengan adanya organisasi otomotif berskala nasional yang mewadahi setiap komunitas yang ada di setiap daerah.

Klub otomotif yang telah dibentuk, secara otomatis akan membentuk susunan kepengurusan, menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga untuk mewujudkan visi dan misi sebagai organisasi. Agenda yang beraneka menjadi sarana dalam mewujudkan tujuan bersama, mulai dari pertemuan rutin atau yang akrab disebut dengan kopdar, kegiatan bertema sosial, dan kegiatan lainnya yang mengusung tema beragam, baik yang dikelola secara mandiri maupun bekerja sama dengan perusahaan atau organisasi tertentu.

Tapi seperti konsep Yin dan Yang dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini. Selalu ada sisi gelap dalam sebuah sisi terang.

Terlepas dari niat dan kegiatan positif serta bermanfaat yang dilaksanakan para penggiat otomotif yang tergabung dalam komunitasnya, ada pula sisi negatif atau mungkin sekadar stigma negatif masyarakat terhadap komunitas ini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline