Lihat ke Halaman Asli

Afsal Muhammad

Penulis, Jurnalis, Web Developer

iPusnas Bikin Tugas Kuliah Jadi Lebih Mudah

Diperbarui: 19 November 2021   23:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Mengerjakan tugas kuliah seperti makalah, laporan, proposal, sampai skripsi biasanya perlu mencari referensi di perpustakaan. Kita pun sudah sama-sama tahu bahwa perpustakaan adalah surganya buat pengejar nilai sekolah atau IP di perkuliahan. Tapi, sekarang ada budaya baru yaitu perpustakaan digital.

Salah satu aplikasi perpustakaan digital yang diterbitkan oleh pemerintah adalah iPusnas. Perlu diyakini kalau aplikasi iPusnas cukup memudahkan kita buat mencari referensi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang setiap hari menyerang mahasiswa atau pelajar.

Kita pun sama-sama tahu baik guru atau dosen punya sikap yang berbeda-beda. Ketika memberi tugas makalah dan semacamnya, ada dosen yang mengharuskan kita mencari referensi di buku dan dilarang keras mencari referensi di Google. Apalagi kalau udah copas dari blog, pasti akan kena amuk dosen killer.

Maka dari itu, suatu keuntungan buat kaum digital zaman sekarang karena sudah memiliki banyak aplikasi perpustakaan digital yang bisa diunduh dengan mudah. Tapi, sebelum ada perpustakaan digital, kita-kita yang hidup di zaman peralihan biasanya mendownload buku digital secara ilegal dan itu sudah pasti zalim!

Kita nggak perlu berangkat ke perpustakaan, apalagi kalau rumah kita sangat jauh dari perpustakaan daerah yang notabene berada di pusat kota. Kalaupun dekat biasanya terbatas dan melelahkan, kita harus bolak-balik rak untuk mencari buku yang kita mau. Kalau sekarang, ketikan apa yang diinginkan, maka akan terkabul!

iPusnas Jadi Primadona Pecinta Buku

Sungguh alhamdulilah, iPusnas kini menjadi primadona yang diidam-idamkan pecinta buku tanpa harus jauh-jauh ke perpustakaan. Cukup dengan smartphone dan internet, kita sudah bisa baca ribuan buku secara gratis. Walaupun sebenarnya nggak gratis-gratis amat, emangnya kuota internet turun dari langit?

Hal yang perlu diketahui, ketika membaca buku di iPusnas, bukan berarti buku yang mau kita baca itu milik kita sendiri. Statusnya buku itu dipinjam dengan jangka waktu tiga hari. Setelah tiga hari, buku yang diunduh itu akan kembali ke server dengan sendirinya. Canggih bukan? Kita berasa berada di perpustakaan beneran.

Dengan begitu, para kaum-kaum digital di Indonesia bisa lepas dari jeratan e-Book bajakan yang biasa tersebar di Twitter. Fenomena yang sampai kini sering dicaci maki sama Tere Liye. Siapa yang nggak kesel, kalau tulisannya dicuri secara gratis, hasil buah pikirannya dibaca bebas tanpa izin. Saya aja kalau tulisan di Terminal Mojok dicuri orang ya kesel juga.

Di balik kelebihan, pasti ada kelemahan. Aplikasi iPusnas juga ada kekurangan yang kadang bikin kita gedek. Kalau kita mau baca buku yang memang populer, antreannya puanjang! Karena di iPusnas kita itu seolah berada di perpustakaan asli, kalau stok bukunya ada tiga lalu dipinjam tiga-tiganya, ya ngantre.

Nggak cuma itu, kadang-kadang ada judul buku baru yang ingin kita baca, namun pada faktanya buku itu nggak ada di iPusnas. Dan, akhirnya harus beli buku digital, baik di Amazon, PlayBook, Gramedia Digital, atau yang lainnya. Bagusnya, harga buku digital lebih murah daripada buku fisik.

Dengan segala teknologi yang memudahkan literasi, Indonesia sudah perlu berbenah dari sekarang. Karena, kita tahu sendiri bahwa minat baca di Indonesia cukup rendah, khususnya di daerah-daerah tertinggal. Padahal, teknologi sudah maju.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline