Lihat ke Halaman Asli

Hikayat Perkelaminan (Habis)

Diperbarui: 7 Mei 2017   22:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

(sambungan)

 Pernah saya mendengar sebuah kalimat yang berbunyi: teman itu adalah anugerah. Tapi, jika penerapan kalimat itu ditujukan untuk kedua teman saya, sungguhlah jauh panggang dari api.

Saya sama sekali tidak sepakat jika, Didit dan Anuar disebut sebagai anugerah. Semakin erat saya berkongsi dengan mereka, semakin dekat pula saya pada beratnya cobaan hidup.

Anuar merupakan sahabat yang mengajarkan pada saya, makna sabar dalam menghadapi tekanan.

Awalnya saya tak tahu-menahu persoalan judi. Tapi berkat peran besar Anuar, hampir tiap malam saya beradu-untung di meja poker.

Didit lain lagi, dia yang mengajarkanku menjadi pria sejati. Tiap awal bulan, setelah rekening gendut karena kiriman dari orangtuanya, tak pernah kami lewatkan ritual menggelandang betina, baik dari kampus sendiri maupun kampus lain. Kadang digiring ke hotel, kadang di wisma, atau kadang juga numpang di kosan teman.

Begitulah siklus kehidupan saya, semenjak berkawan dengan iblis berwujud manusia tersebut.

***

Malam itu, tepatnya seminggu jelang ujian semester, saya dan Anuar tengah asyik bermain judi online di salah-satu warkop yang buka 24 jam. Ini memang sudah menjadi kebiasaan kami. Jika ada yang berbeda, adalah Didit yang seminggu terakhir juga ikut 'tembus pagi' bersama kami di warkop.

Formasi duduk kami berejejer merapat ke tembok. Didit mengambil posisi paling sudut, tentu bisa ditebak kenapa dia duduk di sudut: agar tak ada yang melihatnya saat memutar film tukar-menukar lendir.

Malam itu, bukan malam yang baik bagi peruntungan saya dan Anuar. Kami berdua sama-sama kalah. Memang, seminggu belakangan ini jadi hari-hari yang berat bagi kami. Inilah pertama kali dalam sejarah perjudian saya dan Anuar, kalah beruntun selama seminggu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline