Lihat ke Halaman Asli

Cegah Kebutaan Disebabkan Penggunaan Elektronik Secara berlebihan

Diperbarui: 4 November 2022   15:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://pin.it/5EJlh8j

Mata merupakan bagian yang sangat penting perihal melihat apapun di lingkungan kehidupan, membantu menunjukkan arah, memandang keindahan, mengenali kekasih serta mengarahkan kepada kegiatan yang dibutuhkan. Singkatnya apapun aktivitas yang dilakukan tidak lepas dari penggunaan mata sebagai alat penglihatan yang digunakan. 

Di era modernisasi telah banyak mendominasi semua kalangan melakukan setiap tindakan,  Teknologi smarphone dengan penambahan berbagai fitur hiburan, eksistensi, mengekspresikan diri, bahkan menjadikannya sebuah profesi. Sehingga dapat dilihat bahwa mayoritas orang tidak mampu lepas dari penggunaannya bahkan dalam waktu singkat saja, hal ini yang pada akhirnya membuat seseorang tidak lepas dari layar smartphonnya dalam waktu yang terbilang lama.

Tanpa disadari, Penggunaan perangkat elektronik sebagai kebutuhan pekerjaan, game, profesi dan lain sebagainya secara berlebihan dapat menyebabkan kerusahan pada penglihatan siapapun tanpa memandang umur dan usianya. masalah ini biasa disebut dengan Computer Vision Sydrom (VCS).

Computer Vision Sydrom (VCS) merupakan ketergantungan penggunaan elektronik sampai ke titik kelemahan mata (visual menerimanya). Setelahnya mengundang gejala yang akan muncul berupa mata merah, kering, panas, kabur sampai penglihatan berkunang-kunang. Meski terbilang tidak sampai menyebabkan kebutaan namun dapat membuat hambatan dan ketidaknyaman dalam melakukan aktivitas seperti biasanya.

Mengatasi Komputer Vision Sydrom (VCS) dapat dengan memerhatikan pencahayaan elektronik, memalingkan pandangan, memakai tetes mata, memakai kacamata tertentu agar tidak langsung pencahayaan menuju mata dan menjaga jarak dari layar tidak terlalu dekat.

Lalu jika terus menerus terkena Computer Vision Sydrom (VCS) tidak dipungkiri bawah akan mengalami gejala yang akan lebih parah, yaitu, rabun dekat atau rabun jauh.

Rabun Dekat (hipermetropia) merupakan penglihatan yang dibatasi oleh jarak jauh saja, tanpa mampu jarak yang yang begitu dekat dengan jelas, dan gejalanya dimulai dari puisng kepala menatap terlalu lama, otot mata menegang,dan harus menyipitkan mata untuk menatap sesuatu lebih jela. 

Mengatasinya sama seperti mata pada umumnya, dengan memperbanyak makanan bergizi dan berprotein, menghindari cahaya yang menyilau dan penggunaan elektronik berlebih.

Maka, jika tidak memperhatikan serangkaian mata, hanya terus menerus melakukan perihal yang dapat menambah kerusakan pada mata akan berdampak lebih buruk lagi, hingga sampai penglihatan ditambah oleh rabun jauh.

Rabun Jauh (Miopi) disebut penglihatan jarak dekat saja, atau dapat pertumbuhan dari rabun dekat serta bisa juga disebabkan oleh faktor keturunan, hingga seseorang tak mampu melihat dengan jelas terhadap suatu hal tertentu melainkan dengan bantuan kacamata. Gejalanya kekurangan konsumsi yang bernutrisi untuk mata, seperti vitamin D, sinar matahari  dan menonton atau penggunaan elektronik dengan jarak yang begitu dekat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline