Lihat ke Halaman Asli

Berlutut, Cara Para Atlet Menyuarakan Protes Melawan Ketidakadilan

Diperbarui: 12 Agustus 2019   14:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Race Imboden (AS), berlutut saat seremoni pengalungan medali cabang anggar di Pan American Games (sumber: foxnews.com)

Bagi seorang atlet, dipanggil untuk bertanding membela nama negara dalam sebuah ajang olahraga tentu saja sangat membanggakan, apalagi jika atlet tersebut mampu mengharumkan nama negaranya dengan keluar sebagai juara.

Pada ajang pertandingan olahraga antar negara, biasanya dimulai dengan mendengarkan lagu kebangsaan dari negara yang akan bertanding atau pada saat penyerahan medali akan diakhiri dengan mendengarkan lagu nasional negara pemenang.

Banyak gestur yang ditunjukkan oleh para atlet ini dalam mendengarkan lagu kebangsaan nasionalnya. Ada yang ikut bernyanyi, meletakkan tangan kanan pada bagian dada sebelah kiri atau memberikan hormat layaknya seorang tentara.

Dan bagi para atlet yang menunjukkan gestur yang aneh atau bahkan diam saja bisa dianggap menghina atau tidak menghormati negaranya.

...

Bagi para atlet olahraga di Amerika Serikat, ajang mendengarkan lagu kebangsaan sebelum pertandingan dimulai maupun pada akhir prosesi pengalungan medali juara pada beberapa tahun terakhir digunakan sebagai ajang protes terhadap kebijakan dari pemerintahan negaranya.

Baru-baru ini seorang atlet anggar putra AS, Race Imboden melakukan protes dengan cara berlutut saat lagu kebangsaan AS diperdengarkan pada prosesi pengalungan medali cabang anggar pada pertandingan Pan American Games dimana AS berhasil meraih medali emas.

Seperti dikutip dari foxnews, Race Imboden menyatakan bahwa "saya merasa terhormat untuk mewakili tim AS di Pan American Games dan berhasil meraih medali emas serta perunggu, namun kebanggaan saya telah terpotong oleh berbagai kekurangan negara yang saya sayangi. Rasisme, Kontrol Senjata, penganiayaan terhadap imigran. Kita harus menyerukan perubahan"

Hal serupa pernah dilakukan oleh atlet NFL atau atlet American Football pada tahun 2016 yanng lalu, Colin Kaepernick yang berlutut pada saat dikumandangkannya lagu kebangsaan AS dalam sebuah protes menentang ketidakadilan rasial yang pada akhirnya memicu kemarahan Trump selaku presiden AS.

Begitu juga dengan Megan Rapinoe, atlet sepakbola putri AS yang berhasil mengantarkan AS meraih juara pada Piala Dunia Wanita 2019 yang lalu. Pada tahun 2016, Rapinoe juga pernah menyuarakan protesnya dengan cara berlutut sekaligus menyuarakan solidaritasnya terhadap Kaepernick.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline